Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kasus Tabrak Lari di Solo Berakhir Damai dan Dengan Kekeluargaan, Ini Alasan Orang Tua Pelaku

Antonius Christian • Jumat, 18 Oktober 2024 | 00:18 WIB
Antonius Widodo dan Predita Kumala, orang tua ABP
Antonius Widodo dan Predita Kumala, orang tua ABP

RADARSOLO.COM - Kasus tabrak lari yang melibatkan ABP,20, warga Sukoharjo diselesaikan lewat jalur kekeluargaan. Hal ini setelah dilakukan mediasi antara orangtua remaja tersebut dengan para korban.

Ditemui di kantor Satlantas Polresta Surakarta, Ayah ABP, Antonius Widodo menuturkan bahwa dalam kasus ini pihaknya telah bertemu dengan semua korban kecelakaan yang disebabkan anaknya.

"Kami sudah bertemu dengan semua korban, semua sudah kami bicarakan semuanya. Saya dan istri sudah memohon maaf kepada keluarga korban. Kemudian dari korban juga sudah memaafkan semuanya," tutur Widodo.

Dijelaskan Widodo, bahwa dia sebagai orang tua bertanggung jawab penuh atas kejadian yang menimpa para korban.

"Untuk pengobatan korban sudah kami menanggung sepenuhnya, biaya pengobatannya sampai benar-benar pulih. Total ada delapan korban, termasuk korban yang anak-anak. Puji Tuhan semua hanya luka ringan," ungkap Widodo.

"Tidak cuma biaya perobatan, untuk kendaraan yang rusak akibat kejadian juga kami tanggung. Sudah masuk bengkel, sudah proses perbaikan untuk semua kendaraan yang rusak," tambah Widodo.

Ditambahkan Widodo, bahwa dia tidak akan menuntut ganti rugi sepeser pun terkait mobil Nissan Livina dengan nopol AD 1182 VH yang rusak akibat diamuk massa.

"Tidak, tidak akan minta ganti rugi dan menuntut balik. Semua sudah kami selesaikan dengan baik-baik," urai Widodo.

Dia juga mengucapkan permohonan maaf kepada para korban yang tertabrak sang anak. ABP sendiri bukan berniat kabur, melainkan dia takut dengan massa yang banyak.

"Jadi sekali lagi, kami mewakili anak kami meminta maaf," tuturnya.

Sementara itu, Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan bila dalam kejadian ini bahwa pihak keluarga ABP sudah berkomunikasi dengan para korban.

"Jadi amannya memang itu. Untuk mediasi ini inisiatif dari keluarga dan para korban. Sehingga sudah ada kesepakatan damai dari kedua belah pihak," tutur Iwan.

"Di mana semua pihak sudah sepaham, dan menganggap kasus ini sebagai musibah. Kemudian kami juga sudah pastikan pengemudi ini lari karena takut, bukan karena dalam kondisi terpengaruh miras, maupun narkotika," pungkas Iwan. (atn/nik)

 


 

Editor : Niko auglandy
#tabrak lari