RADARSOLO.COM – Fenomena pladu atau tingginya kadar pencemaran di dalam air Sungai Bengawan tengah terjadi. Ini membuat ikan lemas atau mabuk.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, masyarakat di wilayah Kampung Sewu memanfaatkan fenomena itu untuk memanen ikan yang berenang lemas di permukaan air, kemarin (22/10). Seperti sebelum-sebelumnya, fenomena pladu ini turut membawa berkah bagi masyarakat setempat karena bisa memanen ratusan ikan secara gratis tanpa mengeluarkan tenaga ekstra.
“Bladu (istilah lokal untuk pladu, Red) di Sewu dan Beton buat panen iwak, biasanya nila sama putihan. Kalau ikannya dikonsumsi aman asal langsung dibeteti (dibersihkan) dan dimasak langsung atau dimasukkan ke lemari es,” ucap Arif, salah seorang warga Sewu yang ikut memungut ikan di aliran Sungai Bengawan.
Meski demikian, pladu yang berlangsung lama dengan konsentrasi limbah tinggi bisa berpengaruh pada berbagai hal penting lainnya, salah satunya pada layanan air bersih PDAM Surakarta yang diolah melalui IPA (Instalasi Pengolahan Air) Semanggi.
Pengawas Rumah Pompa dan IPA Semanggi Mulyono mengaku fenomena Pladu yang terjadi kemarin tidak berdampak pada operasional IPA Semanggi, sehingga pengolahan air tetap berjalan normal. Meski demikian, pada awal Oktober ini IPA Semanggi sempat dimatikan untuk beberapa waktu karena fenomena serupa.
“Hari ini limbah cuma setengah badan sungai, di sisi timur saja. Tapi di 8, 10, dan 11 Oktober lalu sempat terdampak beberapa jam karena limbah itu,” terang Mulyono. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy