RADARSOLO.COM - Keraton Kasunanan Surakarta menggelar upacara bendera, Senin (28/10). Kegiatan ini dalam rangka Hari Sumpah Pemuda. Ratusan pelajar dan prajurit keraton turut membentangkan bendera merah putih sepanjang 1.000 meter sambil diarak mengelilingi Benteng Baluwarti Keraton Solo.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, usai mengikuti upacara bendera yang dihelat di depan Kori Kamandungan (pintu masuk keraton, Red), ratusan pelajar dari berbagai sekolah itu mulai ditata untuk masuk ke dalam barisan mengarak bendera merah putih sepanjang 1.000 meter itu.
Di barisan pertama ada prajurit yang membawa panji-panji keraton dan memainkan musik drum band yang kemudian disusul oleh perwakilan siswa dari ratusan anak SD, SMP, SMA/SMK ancang-ancang hendak ikut mengarak bendera 1.000 meteran itu. Rombongan lantas berjalan mengelilingi Benteng Baluwarti sebelum akhirnya kembali di depan Kori Kamandungan sekira pukul 09.00.
“Bendera merah putih 1.000 meter ini pernah dibentangkan di kawasan Candi Borobudur, Prambanan, dan Trowulan. Pembentangan di Keraton Surakarta ini baru pertama kali,” terang Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat GKR Koes Moertiyah yang bertugas sebagai inspektur upacara dalam upacara bendera kala itu.
Tak hanya sebagai lambang negara Indonesia, bendera merah putih juga telah dipakai Keraton Kasunanan selama 200 tahun menjadi pusat pemerintahan di era kerajaan dulu.
“Kami mengajak generasi muda untuk menjaga merah putih karena bendera ini lambang keberadaan NKRI dan dari awal bendera ini dipakai keraton dari Majapahit, sampai Mataram Surakarta. Nanti akan rutin direncanakan setiap tahun,” terangnya.
Di sisi lain upacara bendera dan mengarak bendera merah putih sepanjang 1.000 meter itu memberikan pengalaman menarik bagi para pelajar yang terlibat di dalamnya. Mereka senang karena peristiwa itu menjadi pengalaman baru bagi mereka.
“Dari sekolah kami ada 32 orang yang datang, senang bisa ikut acara yang ada di keraton bareng teman-teman,” ucap Adel dan Hani, siswi kelas XII SMK Negeri 8 Surakarta. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy