RADARSOLO.COM – Kota Solo akan mencatat sejarah baru dalam bidang transportasi dengan kehadiran trem baterai pertama buatan dalam negeri. Trem ini merupakan hasil inovasi PT Industri Kereta Api (INKA) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan dijadwalkan menjalani uji coba selama 19 hari, mulai 4 hingga 22 November 2024, di jalur Purwosari-Solo Kota.
Manager Humas KAI Daop 6 Jogjakarta Krisbiyantoro menjelaskan, trem baterai ini akan beroperasi secara bolak-balik di trayek Purwosari-Solo Kota, tanpa mengganggu jadwal perjalanan kereta lain seperti KA Batara Kresna dan Jaladara.
“Uji coba dilakukan setelah operasional kereta reguler selesai, sehingga tidak akan mengganggu perjalanan kereta lainnya,” ujar Krisbiyantoro, Selasa (29/10).
Dipilihnya Solo sebagai lokasi uji coba trem baterai ini tak lepas dari stabilnya jalur perlintasan di trayek Purwosari-Solo Kota, yang memiliki frekuensi perjalanan relatif rendah.
Trem baterai ini menggunakan baterai sebagai sumber energi utama, menjadikannya sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan dan efisien.
“Trem seperti ini adalah ciri khas negara maju yang memiliki kesadaran tinggi terhadap transportasi massal ramah lingkungan. Hadirnya trem ini diharapkan mampu membantu mengatasi kemacetan di kota-kota besar seperti Solo,” jelas Krisbiyantoro.
Lebih jauh, Krisbiyantoro berharap bahwa trem dapat menjadi solusi transportasi masal di Kota Solo yang padat penduduk. Trem bisa menjadi alternatif moda transportasi ramah lingkungan dan efektif dalam mengurai kemacetan.
“Jika trem bisa beroperasi secara permanen, pemerintah daerah atau KAI bisa menjadi pengelola utamanya,” imbuhnya.
Uji coba trem baterai ini merupakan langkah awal menuju pengoperasian trem sebagai moda transportasi umum di kota Solo. Krisbiyantoro menyambut baik inovasi yang memperlihatkan potensi besar dalam membangun sistem transportasi ramah lingkungan dan modern di Indonesia.
“Dengan uji coba ini, Solo berpeluang menjadi salah satu kota pertama di Indonesia yang mengoperasikan trem sebagai angkutan masal perkotaan,” ujar dia. (ul/bun)
Editor : Kabun Triyatno