Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pengelola PLTSa Putri Cempo Solo Janji Benahi Bau Menyengat Limbah, Begini Sikap Warga Mojosongo

Silvester Kurniawan • Rabu, 30 Oktober 2024 | 02:50 WIB
Limbah PLTSa Putri Cempo Solo yang disoal warga sekitar. (M Ihsan/Radar Solo)
Limbah PLTSa Putri Cempo Solo yang disoal warga sekitar. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memfasilitasi pertemuan antara pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo Solo dengan masyarakat sekitar yang selama beberapa bulan terakhir mengeluhkan pencemaran limbah.

Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk memperbaiki penanganan limbah yang berdampak pada kenyamanan warga.

Asisten Pembangunan Ekonomi Setda Kota Solo Gatot Sutanto mengatakan, pihaknya telah meminta PT SCMPP selaku pengelola PLTSa agar segera mengambil langkah-langkah perbaikan.

Salah satu masalah utama adalah limbah cair berwarna hitam pekat yang sering kali mengalir ke selokan warga. Pengelola PLTSa berencana menambah kapasitas tampungan untuk menampung limbah tersebut, sehingga tidak mengalir bebas ke lingkungan.

Selain itu, masalah bau tidak sedap dari limbah padat juga menjadi perhatian utama. Untuk mengurangi dampak bau, pengelola akan menanam bambu di area pembuangan limbah dan mengganti alat berat yang selama ini memicu sampah beterbangan.

“Kami memfasilitasi pertemuan di UPT Pengelolaan TPA Putri Cempo untuk menanggapi keluhan warga dan memastikan adanya solusi,” ujar Gatot, Selasa (29/10).

Menurut Gatot, pengelolaan PLTSa Putri Cempo saat ini masih dalam tahap awal, sehingga proses penyempurnaan terus dilakukan. Pengelola akan melakukan penyekatan debu, mengganti alat yang memicu kebisingan, dan menerapkan langkah-langkah lain yang dapat meningkatkan kenyamanan warga di sekitar area PLTSa.

Gatot menambahkan bahwa komunikasi terbuka antara pengelola dan warga akan tetap dipertahankan. “Ada kesepakatan untuk pertemuan rutin setiap bulan agar warga bisa memantau perkembangan penanganan limbah,” jelasnya.

Ketua Paguyuban Putri Cempo Karni mengungkapkan, ini kali pertama mereka bertemu langsung dengan pihak pengelola PLTSa sejak keluhan disampaikan ke pemkot. Dia berharap pengelola dapat segera menindaklanjuti tuntutan warga terkait penanganan limbah cair dan padat.

“Kami mengusulkan pertemuan setiap bulan, dan mereka setuju. Semoga ada perubahan nyata,” kata Karni.

Slamet, salah satu warga Kampung Jatirejo, Mojosongo, Solo, menambahkan, mereka akan mengamati hasil penanganan limbah selama sebulan ke depan.

“Kami lihat bagaimana perkembangan penanganan limbah yang sudah dijanjikan,” ujarnya optimis. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#PLTSa Putri Campo #limbah #pencemaran