RADARSOLO.COM – Lembaga Dewan Adat (LDA) mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membuat patung raja-raja Keraton Kasunanan Surakarta yang telah diangkat sebagai Pahlawan Nasional. Hal ini sebagai wujud nyata penghormatan dari pemerintah terhadap jasa mereka.
Ketua LDA GKR Wandansari Koes Moertiyah mengatakan, ada dua orang raja keraton Surakarta Hadiningrat yang mendapat gelar pahlawan nasional, yakni Paku Buwono (PB) VI dan PB X. Patung PB VI sudah berdiri kukuh di daerah Selo, Boyolali sejak 2021.
"Kenapa justru Solo yang malah tidak ada inisiasi seperti itu. Saya hanya weling pada wali kota yang akan menjabat nanti untuk memikirkan ini. Secepatnya untuk membuat patung Sinuhun," tutur wanita yang akrab dipanggil Gusti Moeng tersebut.
"Jadi untuk pejabat wali kota yang baru nanti, saya mengusulkan untuk membuat patung sinuhun yang telah mendapat gelar pahlawan nasional," harapnya.
Di lain sisi, Moeng mengungkapkan saat ini keraton juga akan mengusulkan Sinuhun PB XI dan PB XII sebagai pahlawan nasional. Persyaratan untuk pengajuan tersebut sudah dipersiapkan.
"Semua persyaratan untuk pengajuan itu sudah ada. Untuk naskah dan bukti dukungan juga sudah siap, nanti tinggal bersama-sama dengan akademisi," ungkapnya.
Rencana pengajuan ini akan dilakukan tahun depan. Bukan tanpa alasan PB XI dan PB XII akan diusulkan sebagai pahlawan nasional, sebab keduanya turut serta dalam proses kemerdekan RI.
Moeng mengurai, dimulai dari PB X pernah melakukan perjalanan dari Ende sampai Nias untuk menyatukan tekad membuat perubahan dalam kehidupan di Nusantara. Yakni turut berperan pada pendirian sebuah negara berdaulat yang bersama-sama disengkuyung kerajaan-kerajaan.
"PB XI lah yang menugaskan para pejabat keraton yang berjumlah 14 orang membentuk BPUPKI. Setelah itu PB XII mengeluarkan maklumat dengan menggabungkan wilayah kerajaan dengan NKRI," paparnya.
Gusti Moeng menilai dari Sinuhun PB X yang bersama-sama kerajaan dan eksekusinya adalah PB XII. Untuk PB XII di risalah BPUPKI di bab 15 itu menentukan bahwa NKRI memakai bendera merah putih.
"Rencana tahun depan kita ajukan usulan setelah pemerintah sudah jalan. Sebetulnya dari PB XI yang memerintahkan pejabat keraton bersama-sama pemuda yang lain untuk membentuk BPUPKI dan keluarnya maklumat PB XII itu sudah jelas sekali niat perjuangan beliau mendirikan negara ini," pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy