RADARSOLO.COM – Ratusan demonstran menggelar aksi di depan Balai Kota Solo, kemarin (6/11). Mereka menuntut aparat penegak hukum bisa mengadili Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), beserta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Ketum PSI Kaesang Pangarep. Mereka berdalih ketiganya dianggap sudah menyengsarakan rakyat.
Peserta aksi datang dari berbagai elemen masyarakat membentangkan berbagai spanduk kritik bernada keras, seperti bertuliskan ‘Adili Jokowi’, hingga ‘Gayang Fufufafa’.
“Kami menuntut Jokowi ditangkap, diadili bersama keluarga dan kroninya,” tegas penanggung jawab aksi Usman Amirudin.
Usman tidak menerangkan secara jelas pelanggaran hukum seperti apa yang dilakukan oleh Jokowi dan Gibran. Mereka hanya menyebut secara singkat bahwa rakyat dirugikan selama pemerintahan Jokowi. Pihaknya juga tidak ingin pemimpin saat ini atau pemimpin mendatang memiliki agenda seperti Jokowi.
“Jokowi membuka peluang investasi bagi asing dan aseng untuk menguasai wilayah, ini tidak boleh dibiarkan. Ini kekhawatiran kami sebagai rakyat, jangan sampai kedepan ada pemimpin seperti ini,” terangnya.
Selanjutnya massa bakal mengusut berbagai kasus pelanggaran hukum yang berkaitan dengan Jokowi dan Gibran. Oleh sebab itu massa meminta aparat penegak hukum turut berlaku adil dalam mengungkap kasus-kasus yang akan muncul ke publik.
“Kasus yang menyangkut korupsi akan kami tuntut agar diproses oleh penegak hukum. Gerakan ini tidak hanya sekali ini, nanti akan ada gerakan-gerakan lanjutan. Kami mengajak semua elemen masyarakat yang punya kepedulian untuk ikut serta,” ucap kelompok massa yang menamakan diri sebagai Aliansi Rakyat Bergerak itu. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy