RADARSOLO.COM – Puluhan koleksi wayang kulit dan kain kuno milik Museum Radya Pustaka mendapatkan perawatan rutin (konservasi) dalam sepekan ini. Setelah konservasi selesai dilakukan, sejumlah koleksi yang sebelumnya hanya disimpan bisa dimunculkan untuk menjadi display tematik pada awal tahun mendatang.
Kepala UPT Permuseuman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo Bonita Rintyowati mengungkapkan, kegiatan ini sebagai lanjutan dari program serupa untuk koleksi berbahan kayu dan perunggu yang sudah digelar. Kali ini berlanjut ke koleksi wayang kulit, dan dilanjutkan koleksi kain. Konservasi digelar mulai 4-10 November.
“Pemeliharaan koleksi ini salah satu bentuk konservasi yang kita adakan setiap tahun. Koleksi kulit ini yang seperti wayang, sementara kainnya itu kain kuluk dan ada juga batik,” terangnya, Kamis (7/11/2024).
Langkah konservasi dilakukan oleh karyawan museum setempat. Dalam pemeliharaannya koleksi berbahan kulit dan kain, ada koleksi yang hanya diangin-anginkan, dan ada juga yang dibersihkan dengan cairan khusus.
“Ada cara khusus untuk pemeliharaan karena koleksi-koleksi ini kan usianya sudah ratusan tahun. Untuk wayang kulit sebetulnya ada 400 an koleksi dan koleksi kain juga 400 an, tapi karena keterbatasan dana dan waktu jadi yang dibersihkan hanya 20 wayang kulit, 45 kuluk dan blangkon, serta 45 kain. Kami pilih yang paling rapuh dulu, sisanya bisa bergantian tahun selanjutnya,” terangnya.
Pembersihan koleksi ini diharapkan juga bisa menggairahkan pengunjung untuk datang ke Museum Radya Pustaka.
“Rata-rata kunjungan ke museum itu 1.000-1.500 orang, tapi beberapa bulan ini per bulannya bisa sampai 3.000 an orang. Kalau hasil total kunjungan sampai September sudah mencapai 160 persen dari target kami. Kami harap dengan display baru dengan tema-tema tertentu itu bisa menarik wisatawan untuk datang ke museum,” papar Bonita. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy