RADARSOLO.COM - Di Taman Balekambang, Sabtu (26/10/2024) sore, satu per satu anak perempuan menaiki panggung. Kostumnya mencolok, lima diantaranya menggenakan batik hijau sementara sembilan sisanya menggunakan warna pink.
Keceriaan pun bertabur sore itu. Gerakan lincah nan riang menciptakan kian menghangatkan suasana. Penonton pun terpesona dengan energi dan kreativitas dari setiap gerak-gerik dan liak-liuk tubuh para penari.
Baca Juga: Keunikan Prehistoric Body Theater: Gabungan Seni Tari dan Teater Berbasis Ilmu Paleontologi
Menariknya lagi, gerakan mereka seirama dengan musik-musik tradisional yang menggema di Taman Balekambang. Seperti lagu Padang Bulan, Suwe Ora Jamu, Gundul-Gundul Pacul, hingga Cublak-Cublak Suweng.
Ini cukup menggambarkan sebuah ungkapan kebudayaan yang mengajarkan nilai-nilai persahabatan dan kebersamaan sejak dini. Tak berhenti di situ, beberapa gerakan anak juga ada yang mendeskripsikan dolanan tradisional.
"Hari ini pentas tari dolanan. Senang sekali. Suka menari sejak kecil. Karena nari itu bagus," tutur salah seorang penampil, Cyrella Zeline Mezzaluna kepada Jawa Pos Radar Solo usai tampil.
Baca Juga: Tari Selendang Dewi Sri, Pesan untuk Cintai Bumi Pertiwi
Ternyata mereka merupakan anak-anak dari Sanggar Amarta Production. Sebuah sanggar seni yang berjalan di Kota Bengawan. Mereka tengah menampilkan karya berjudul Tari Dolanan.
"Ini menggambarkan keceriaan anak-anak. Tarinya saya sesuaikan dengan anak-anak. Mereka juga bisa mengenal permainan tradisional Jawa. Juga musik-musik anak-anak zaman dulu," ucap Pendiri Amarta Production Ismay Dian Wardani.
Baca Juga: Tari Topeng Ireng Hiasi Tradisi Sebar Apem di Pengging, Boyolali: Sarana Dakwah Waliyullah
Karya ini, lanjut Ismay, juga ditujukan sebagai sarana edukasi anak. Khususnya belajar mengenai kesenian budaya Jawa. Penampilan ini pun perpaduan antara anak lama dan anak baru.
"Latihannya kami sebulan. Sebagian baru, memang saya libatkan. Supaya yang baru juga belajar percaya diri. Mengolah kepercayaan di atas panggung, jadi tidak cuma latihan nari saja," tambahnya.
Sebagai salah satu pembinaan tari dari usia dini, Ismay menyebutkan sejumlah tantangan yang didapatnya. Namun tantangannya merupakan hal yang sewajarnya dilakoni anak-anak.
"Biasanya kalau lama-lama capek, jadi latihan cuma satu jam. Kadang kontrol anak-anak juga jadi tantangan. Karena kadang datang bukan hanya untuk latihan, kadang main," tuturnya. (nis/nik)