Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Awal Musim Hujan di Solo Raya: Ancaman Hidrometeorologi Masih Mengintai, Warga Harus Waspada

Silvester Kurniawan • Rabu, 20 November 2024 | 04:46 WIB

 

Kerusakan puluhan rumah di Mojo, Pasar Kliwon setelah hujan Sabtu lalu. (M Ihsan/Radar Solo)
Kerusakan puluhan rumah di Mojo, Pasar Kliwon setelah hujan Sabtu lalu. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Menghadapi cuaca ekstrem di awal musim penghujan, pemkot menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersinggungan dengan kebencanaan untuk siaga 24 jam. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, pohon tumbang, hingga longsor.

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Solo Dhoni Widianto menegaskan kesiapan jajarannya dalam menghadapi potensi bencana. Dia memastikan BPBD, damkar, dinas lingkungan hidup (DLH), dan jaringan relawan telah diarahkan untuk bersiaga penuh.

"Sejak Oktober, kami sudah memberikan arahan agar semua OPD siap sedia. Koordinasi dengan TNI-Polri juga terus dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal," ujar Dhoni, Selasa (19/10).

Menurut Dhoni, Pemkot tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga memastikan logistik dan bantuan segera disalurkan kepada warga terdampak.

"Dinas sosial juga kami minta siaga untuk memastikan distribusi bantuan lebih cepat," tambahnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memperingatkan adanya peningkatan intensitas hujan di wilayah Solo Raya. Fenomena cuaca ini dipengaruhi oleh masuknya musim penghujan di Jawa Tengah, yang ditandai dengan hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang. Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani, Semarang, Noor Janah Indriyani, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini lebih sering terjadi di daerah pegunungan dan dataran tinggi.

"Waspadai dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan hujan es. Fenomena ini bisa meluas di Solo Raya dan wilayah selatan Jawa Tengah," jelas Noor Janah.

Selain itu, BMKG juga mencatat potensi genangan air dan longsor tebing di beberapa lokasi rawan. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

Pemkot telah memetakan daerah-daerah rawan bencana untuk memprioritaskan penanganan. Langkah antisipasi seperti pemangkasan pohon tua, perbaikan saluran drainase, hingga simulasi bencana dilakukan untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi.

"Kami fokus memastikan koordinasi antar-OPD berjalan lancar agar tidak ada hambatan dalam penanganan," tegas Dhoni.

Bersamaan dengan itu, masyarakat juga diminta untuk melaporkan kejadian bencana melalui saluran darurat yang tersedia. "Kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat sangat penting untuk menghadapi cuaca ekstrem ini," tambahnya.

Dengan cuaca yang tidak menentu dan potensi bencana yang meningkat, kesiapan semua pihak menjadi kunci untuk melindungi warga Solo dari dampak buruk hidrometeorologi. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#bencana #cuaca ekstrem #longsor