RADARSOLO.COM - Belum juga dibuka untuk umum, ruas Underpass Joglo di Simpang Joglo, Solo malah digunakan sekelompok pemuda untuk menggelar aksi balap liar, Sabtu (4/1/2025) dini hari.
Kasat Samapta Polresta Solo Kompol Arfian Riski Dwi Wibowo mengatakan, Tim Sparta mengamankan lima unit sepeda motor yang diduga akan digunakan untuk balap liar di Underpass Joglo.
"Saat patroli lingkar wilayah, Tim Sparta mendapat laporan dari masyarakat melalui call center di Palang Joglo ada sekelompok pemuda mengendarai sepeda motor berknalpot brong dan arak-arakan. Diduga akan gelar balap liar," tutur Arfian.
Mendapat informasi tersebut, Tim Sparta langsung merespons cepat menuju lokasi. Hingga akhirnya berhasil mengamankan lima unit sepeda motor dengan knalpot brong alias tidak standar.
"Motor dengan knalpot berisik alias brong, suara bising knalpot brong mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat," tuturnya.
Terhadap sejumlah pemuda pemilik motor dengan knalpot brong, polisi menjatuhi sanksi tilang.
Mereka juga diminta mengembalikan knalpot motor sesuai standar. Serta untuk sementara motor-motor itu dikandangkan di Mako Satlantas Polresta Solo.
Lebih lanjut, Arfian menyampaikan, selama ini pihaknya telah menerima banyak aduan masyarakat yang terganggu dengan suara bising sepeda motor berknalpot tak standar tersebut.
"Kami menerima banyak aduan, baik malam maupun siang hari terkait banyaknya sepeda motor yang lewat dengan suara bising ini, apalagi di malam liburan," papar Arfian.
Terpisah Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi mengapresiasi kepedulian masyarakat Solo yang aktif melaporkan berbagai pelanggaran yang terjadi.
Informasi atau laporan dari masyarakat, kata dia, sangat penting untuk menjaga kondusivitas wilayah.
Kapolresta juga mengimbau kepada orang tua ikut berpartisipasi dalam mengawasi anak-anak mereka.
Baca Juga: Menteri Perindustrian Ungkap Kasus Pailit Sritex Lebih Kompleks dari yang Terlihat: Seberapa Parah?
"Kami juga minta kepada orang tua agar lebih mengawasi anaknya agar tidak ikut terlibat dalam balap liar. Kami imbau mereka agar istirahat saja, dan kumpul dengan keluarga di rumah," tutur Iwan. (atn/ria)
Editor : Syahaamah Fikria