RADARSOLO.COM – Beberapa daerah di Solo Raya sudah merealisasikan program makan bergizi gratis (MBG) mulai Senin (6/1), namun Pemkot Solo masih berkutat pada sinkronisasi data. Dari tiga satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), baru satu yang sudah siap sepenuhnya.
Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono mengungkapkan bahwa koordinasi antara Pemkot Solo dengan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) telah dilakukan pada Senin (6/1).
"Rapat koordinasi ini menjadi yang pertama di 2025. Kami minta selama seminggu ke depan agar semua pihak segera menyinkronkan data dengan dinas terkait," ujar Budi, Selasa (7/1).
Menurut Budi, sinkronisasi data penting dilakukan karena SPPG masih menggunakan data lama dari dinas pendidikan yang berasal dari uji coba program MBG era Wali Kota Gibran Rakabuming Raka.
"Kami minta pemetaan ulang data penerima manfaat, termasuk sekolah mana saja, jumlah muridnya, hingga sasaran khusus seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui koordinasi dengan dinas kesehatan serta DP3P2KB," jelasnya.
Hingga saat ini, tiga SPPG disiapkan untuk melaksanakan program MBG di Solo. Yaitu, SPPG Jebres di Eks Gedung Fuqing Jebres. SPPG Diamond Resto Laweyan, dan SPPG Daegu Resto Laweyan. Ketiganya merupakan kemitraan dengan swasta.
Namun, Budi menyatakan bahwa saat ini hanya SPPG Jebres yang sudah siap sepenuhnya untuk beroperasi pada 13 Januari 2025. Dua SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan.
"Koordinasi akan terus dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis, seperti jadwal pengiriman makanan," tambahnya.
Kepala Dapur SPPG Jebres Jhoni Prabowo mengonfirmasi kesiapan 100 persen untuk melaksanakan program MBG. "Semua sarana dan prasarana, termasuk bahan makanan, alat produksi, sarana distribusi, dan SDM, sudah siap. Koordinasi dengan dinas terkait juga sudah kami lakukan," ungkap Jhoni.
Setiap SPPG ditargetkan dapat menyuplai 3.000 porsi makanan bergizi. Namun, Budi menegaskan bahwa pelaksanaan program hanya akan dimulai dari unit yang benar-benar siap.
Program MBG di Solo dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat rentan, terutama anak sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
Sinkronisasi data dan kesiapan operasional menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program. “Kami harap dalam sepekan ini, semua kendala teknis dan administratif dapat terselesaikan agar program dapat berjalan maksimal,” tutup Budi.
Sementara itu di Klaten persiapan juga dilakukan untuk melaksanakan program MBG. Dua unit SPPG untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) berada di Kecamatan Karangdowo, Klaten. Direncanakan akan mulai beroperasi pada Senin (13/1) mendatang.
Pengoperasian dua unit SPPG itu di bawah Yayasan Bakti Toejoeh Karya Sanjaya. Hanya saja mundur dari rencana awal pada Senin (6/1). Ada sejumlah faktor yang akhirnya membuat SPPG baru beroperasi pekan depan.
“Sebenarnya kami masuk grup yang pengoperasiannya pada 6 Januari 2024. Cuma karena ada beberapa hal, dari kepala dapur mengarahkan kami untuk dimulai pada 13 Januari 2024,” ujar Ketua Yayasan Bakti Toejoeh Karya Sanjaya Ahmad Ali saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (6/1). (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno