Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Hari Pertama Pembukaan Simpang Joglo, Minim Rambu Lalin

Antonius Christian • Minggu, 12 Januari 2025 | 01:25 WIB
Penampakan underpass dan elevated rail di Simpang Joglo Solo, Sabtu (11/1/2025).
Penampakan underpass dan elevated rail di Simpang Joglo Solo, Sabtu (11/1/2025).

RADARSOLO.COM – Arus lalu lints di underpass dan Simpang Joglo resmi dibuka, Sabtu (11/1/2025) pagi.

Dalam hitungan menit, seluruh ruas jalan yang ada di Simpang Joglo langsung dipadati kendaraan yang melintas.

Sayangnya, rambu-rambu yang ada di sana terbilang minimalis. Alhasil cukup banyak pengguna jalan yang masih kebingungan.

Tak berselang lama setelah dibuka, Wali Kota Solo Teguh Prakosa segera meninjau Simpang Joglo.

Dia menilai masih banyak yang perlu dievaluasi. Terutama keterbatasan rambu-rambu lalu lintas dan penunjuk arah.

“Misal, seharusnya saat mau masuk underpass itu sudah ada rambu penunjuk arahnya. Kemudian kalau mau ke arah Surabaya, berarti lurus masuk underpass. Kalau mau ke Purwodadi berarti lewat atas, karena arahnya ke utara. Tadi saya lihat, 5 meter sebelum masuk underpass banyak yang berhenti. Mungkin bingung mau lewat atas atau bawah,” ungkap Teguh kepada Jawa Pos Radar Solo.

Urgensi lainnya, yakni keberadaan alat penanda isyarat lalu lintas (APILL). Terutama di bundaran Simpang Joglo, tepat di atas underpass.

Saat arus lalu lintas padat, banyak pengendara yang saling serobot untuk melintas. Ini rawan menyebabkan kemacetan dan kecelakaan.

Terkait pengadaan APILL, Teguh mengaku dalam sepekan ke depan akan memantau arus di Simpang Joglo.

Pantauan tersebut melibatkan Dinas Pehubungan (Dishub) Solo dan jajaran Satlantas Polresta Solo.

“Kalau pas hari efektif kerja, (nanti dilihat) bagaimana crowded-nya. Kalau weekend nanti seperti apa. Nanti itu akan dievaluasi untuk menentukan, titik mana yang perlu dipasang trafic light. Kemudian durasinya berapa detik,” urai Teguh.

Di sisi lain, Teguh menyoroti pembukaan Simpang Joglo akan meningkatkan roda perekonomian.

“Saya rasa selesainya pembangunan akan memperlancar kembali jalur ekonomi. Khususnya untuk angkutan barang berat. Bisa kembali lewat sini untuk menghemat biaya pengiriman,” bebernya.

Keluhan minimnya rambu dilontarkan Bambang Suharno, warga RT 04 RW 02, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Dia mengaku rambu-rambu yang ada belum tertata dengan baik.

“Seharusnya rambu yang melingkar itu dipasang di bundaran, bukan di pinggir jalan. Sehingga bisa dilihat dari semua arah. Kemudian di samping underpass juga untuk satu arah, baik yang ke barat maupun timur. Tapi tidak ada rambu satu arah. Pasti nanti akan membingungkan warga di sini. Terutama yang keluar dari gang kampung,” ujarnya.

Sebagai warga yang tinggal tak jauh dari Simpang Joglo, Bambang mengusulkan penambahan APILL di seluruh persimpangan menuju bundaran. Mengingat saat pagi dan sore, terutama di jam kerja dan sekolah, arus kendaraan cukup padat.

“Kalau tidak ada traffic light, mungkin bisa saja terjadi kecelakaan. Karena kan masyarakat penginnya buru-buru. Terutama di sekitar bundara, kan pertemuan arus dari selatan, utara, barat, dan timur,” bebernya.

Kendati demikian, warga sangat antusias dengan pembukaan Simpang Joglo. Karena sangat efektif mengatasi kemacetan di Solo bagian utara.

Termasuk di kawasan perkampungan, yang selama ini menjadi jalur alternatif saat pembangunan berlangsung dua tahun terakhir.

“Termasuk untuk dampak ekonomi juga. Karena selama ditutup, usaha yang ada di sekitar sini bisa dibilang mati. Setelah dibuka kembali, semoga ke depan usaha-usaha yang ada disekitar sini kembali ramai,” harapnya. (atn/fer)

Editor : Damianus Bram
#palang joglo #underpass #Wali Kota Solo Teguh Prakosa #simpang joglo #rambu #elevated rail #apill