Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tulisan Aksara Jawa di Underpass Joglo Solo Menuai Kritik, Ini yang Dipersoalkan

Antonius Christian • Kamis, 16 Januari 2025 | 04:04 WIB

 

Tulisan aksara Jawa di Underpass Joglo menui kritikan karena dinilai tidak sama artinya dengan tulisan latin di atasnya. (Arief Budiman/Radar Solo)   
Tulisan aksara Jawa di Underpass Joglo menui kritikan karena dinilai tidak sama artinya dengan tulisan latin di atasnya. (Arief Budiman/Radar Solo)  

RADARSOLO.COM - Tulisan aksara jawa di Underpass Joglo mendapat kritikan. Sebab, tulisan tersebut bila dibaca artinya tidak sesuai dengan tulisan latin yang ada di atasnya.

Hal diungkapkan salah satu pengamat aksara Jawa asal Kota Solo Rendra Agusta Sraddha. Dia mengetahui adanya kesalahan dari penulisan aksara Jawa setelah mendapat kiriman cuplikan video dari rekannya.

"Jadi teman saya kebetulan lewat, terus karena saya konsen dengan budaya-budaya Jawa dia kirim video tulisan itu. Ternyata setelah saya teliti ada kesalahan penulisan," kata Rendra.

Di mana apabila diartikan, tulisan aksara Jawa tersebut Hundepas ssmpajoglo. Rendra menduga, kontraktor ingin membuat tulisan Underpass Simpang Joglo, seperti pada tulisan yang ada di atasnya.

"Apakah ada kesengajaan atau tidak, saya kurang tahu juga. Namun dari aksaranya jadi tidak bisa dibaca. Tidak menjadi satu kalimat yang utuh,” ujar dia.

“Ya sebenarnya cukup senang karena beberapa bangunan publik sudah menggunakan aksara Jawa, tapi di satu sisi sangat disayangkan saja. Sebagai ikon baru di Kota Solo, tapi malah salah tulis," tambahnya.

Padahal, lanjut Redra, di Kota Bengawan banyak budayawan atau akademisi yang konsen terhadap penulisan aksara jawa.

"Mungkin kalau untuk orang awam, yang tidak bisa baca aksara jawa itu sangat bagus, menunjang estetika. Namun untuk yang bisa baca, tentu aneh. Apalagi Solo itu kan kota budaya. Mungkin yang membuat kemarin mengunakan kecerdasan buatan," imbuh Rendra.

Dijelaskan Rendra, sebenarnya tulisan Underpass Simpang Joglo ini sangat bisa dibuat menjadi aksara jawa.

"Karena sekarang aksara Jawa itu ada konsesi baru, sudah ada standar pengaturan huruf yang diakui dunia, dan bisa memfasilitasi semua bahasa, termasuk bahasa serapan dari bahasa Inggris sekalipun," katanya.

Diungkapkan Rendra, salah penulisan aksara jawa pada public space di Kota Solo sempat terjadi beberapa kali. Paling banyak di plang penunjuk jalan.

"Ya mungkin bedanya, karena ini ukurannya besar, jadi sangat mencolok. Kalau di plang jalan, kalau tidak diamati betul huruf per huruf tidak akan sadar kalau ada kesalahan," ungkapnya.

"Ya saya harap, mungkin kalau memungkinkan pelaksana atau kontraktor bisa mengganti hurufnya, Toh sebenarnya kesalahnya minor dan masih bisa diperbaiki," tandas Rendra. (atn/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#jawa #Underpass Joglo #aksara #kota solo