RADARSOLO.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) berencana menggandeng kantin sekolah, sebagai mitra pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Rencana ini mendapat tanggapan beragam dari pelaku usaha kantin sekolah di Kota Solo.
Seorang karyawan Kantin Gemregah di SMK Negeri 8 Solo Satriyo Raditiyanto mengaku sangat mendukung rencana tersebut. Menurutnya, hadirnya program MBG memang berdampak positif untuk meningkatkan gizi pelajar. Namun di sisi lain, pengusaha kantin dirugikan karena omzet menurun drastis.
“Kami siap mengikuti standardisasi dan ketentuan MBG, asalkan ada arahan serta bimbingan. Jadi ketika kami harus memasak sayur, ya oke. Kalau disuruh membuat makanan bergizi, ya siap. Terpenting ada arahan dan bimbingan,” ujar Satriyo, kemarin (16/1).
Harus diakui, program MBG sangat memengaruhi omzet penjualan kantinnya. Penurunan terlihat dari stok nasi bungkus yang disediakan. Kini hanya stok 30-40 nasi bungkus.
“Padahal sebelum ada program ini, biasanya stok 50 nasi bungkus. Stok es batu juga saya kurangi 25 persen. Ada juga orang lain yang titip dagangan ke sini, setelah ada program MBG saya minta dikurangi stoknya,” beber Satriyo.
Pendapat senada dilontarkan pemilik kantin di SMP Negeri 14 Solo Sugiyatno. Dia mengaku masih menunggu mekanisme keterlibatan kantin dalam program MBG. Serta berharap BGN menjabarkan prosedur yang jelas terkait pelaksanaan program ini.
“Mungkin kalau modelnya makanan dari sana kemudian dititipkan ke kantin, itu bisa saja. Tapi kalau kami yang menyediakan makanan, malah terpecah fokusnya. Kalau kami di sini harus ikut ke BGN, justru semakin sulit,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana mengaku siap menggandeng kantin sekolah sebagai mitra MBG. “Kantin termasuk ke dalam kriteria mitra kami,” paparnya.
Menurut Dadan, BGN sedang merancang mekanisme yang tidak memberatkan pelaku usaha kantin, termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Supaya bisa dilibatkan dalam program tersebut secara bertahap.
“Program dikerjakan bertahap. Kami sedang menyiapkan mekanisme yang meringankan UMKM, agar bisa terlibat,” tegasnya.
Sekadar informasi, pelaksanaan MBG sejauh ini melibatkan berbagai satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) mitra BGN di masing-masing daerah. Di Kota Solo, terdapat tiga SPPG.
Namun, baru SPPG Jebres dari Kodim 0735/Solo yang sudah menjalankan program ini. Sasarannya 2.787 siswa di tujuh sekolah negeri dan swasta di Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres. (zia/fer)
Editor : Kabun Triyatno