Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Fakta-fakta di Balik Geger Salah Tulis Aksara Jawa di Underpass Joglo Solo, Budayawan: Ini Fenomena Berulang!

Antonius Christian • Sabtu, 18 Januari 2025 | 04:54 WIB
Tulisan aksara Jawa di Underpass Joglo menui kritikan karena dinilai tidak sama artinya dengan tulisan latin di atasnya. (Arief Budiman/Radar Solo)   
Tulisan aksara Jawa di Underpass Joglo menui kritikan karena dinilai tidak sama artinya dengan tulisan latin di atasnya. (Arief Budiman/Radar Solo)  

RADARSOLO.COM - Kesalahan penulisan aksara Jawa pada papan nama Underpass Joglo Solo menuai perhatian publik.

Sebagai salah satu ikon baru Kota Solo, kekeliruan ini memicu kritik tajam, terutama dari kalangan pemerhati budaya.

Berikut adalah sejumlah fakta menarik dan langkah yang diambil untuk memperbaiki masalah ini.

Kesalahan Penulisan yang Mencolok

Aksara Jawa yang tertulis di papan nama Underpass Joglo terbaca “Hundepas ssmpajoglo”.

Padahal, seharusnya tulisan tersebut berbunyi “Underpass Simpang Joglo” sesuai dengan teks latin di atasnya.

Kesalahan ini mengundang sorotan tajam dari pengamat aksara Jawa.

Menurut Rendra Agusta Sraddha, pemerhati aksara Jawa asal Solo, penulisan tersebut tidak hanya salah. Tapi juga mencederai nilai estetika dan budaya.

"Apakah ada kesengajaan atau tidak, saya kurang tahu juga. Namun dari aksaranya jadi tidak bisa dibaca. Tidak menjadi satu kalimat yang utuh,” ujar dia.

Padahal, menurut Redra, di Kota Solo banyak budayawan atau akademisi yang konsen terhadap penulisan aksara jawa.

"Mungkin kalau untuk orang awam, yang tidak bisa baca aksara jawa itu sangat bagus, menunjang estetika. Namun untuk yang bisa baca, tentu aneh. Apalagi Solo itu kan kota budaya. Mungkin yang membuat kemarin mengunakan kecerdasan buatan," tutur Rendra.

 

Kesalahan yang Dapat Diperbaiki

Rendra menambahkan, kesalahan seperti ini sebenarnya tidak sulit untuk diperbaiki.

Ia menyarankan kontraktor untuk melibatkan ahli aksara Jawa dalam proses penulisan.

"Saat ini sudah ada standar global untuk aksara Jawa, bahkan bisa digunakan untuk menerjemahkan kata-kata serapan dari bahasa asing seperti ‘Underpass’. Kesalahan ini minor dan masih bisa diperbaiki," kata Rendra.

Sorotan dari Wali Kota Solo

Wali Kota Solo Teguh Prakosa, langsung merespons isu soal salah tulis aksara Jawa di Underpass Joglo tersebut.

Ia memastikan kesalahan akan diperbaiki selama masa pemeliharaan proyek masih berlangsung.

Menurut Teguh, papan nama sisi timur Underpass Joglo yang menjadi sorotan akan segera diganti.

"Saya sudah meninjau langsung ke lokasi. Kepala DPUPR sudah berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek untuk melakukan penggantian secepatnya," jelas Teguh, Jumat (17/1/2025).

Masih Masa Pemeliharaan

Lebih lanjut, Teguh menegaskan pentingnya alih bahasa sebelum menulis dalam aksara Jawa.

"Kata-kata asing sebaiknya diterjemahkan dulu ke bahasa Jawa seperti 'Terowongan' atau 'Trowongan'. Setelah itu, biarkan ahli menentukan penulisannya dalam aksara Jawa," tambah Teguh.

Selain itu, Teguh menyebut masa pemeliharaan proyek memungkinkan elemen-elemen seperti papan nama diganti tanpa menambah anggaran baru.

Fenomena Berulang di Solo

Kesalahan penulisan aksara Jawa pada ruang publik bukan kali pertama terjadi di Kota Solo.

Rendra menyebut bahwa kesalahan serupa juga pernah ditemukan pada papan penunjuk jalan.

Namun, ukuran besar dan lokasi strategis papan nama Underpass Joglo membuat kesalahan kali ini lebih mencolok.

Penting Libatkan Budayawan

Sebagai pusat kebudayaan Jawa, Kota Solo diharapkan lebih teliti dalam mengaplikasikan aksara Jawa di ruang publik.

Rendra berharap kesalahan ini menjadi pelajaran agar pemerintah lebih melibatkan budayawan dan akademisi untuk memastikan keakuratan.

"Saya berharap penggantian segera dilakukan dan di masa depan tidak ada lagi kesalahan seperti ini, terutama di kota yang menjadi simbol budaya Jawa," tandasnya. (ves/atn/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#budaya jawa #Underpass Joglo #wali kota solo #budayawan #aksara jawa #simpang joglo