RADARSOLO.COM – Kabar duka datang dari Kota Solo.
Inisiator Mega Bintang Mudrick Sangidu meninggal dunia.
Tokoh yang sangat vokal ini meninggal dunia di Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Minggu (19/1/2025) pukul 14.08.
Diketahui, belakangan, kondisi kesehatan Mudrick menurun.
Meskipun dalam kondisi kurang fit, Mudrick tetap vokal. Termasuk saat Pilkada Solo 2024.
Diketahui, mantan ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Solo itu sangat berani dalam menentukan sikapnya.
Seperti yang dia tunjukkan pada 1997 saat menggalang Mega Bintang yang merupakan gabungan simpatisan pendukung Megawati Soekarnoputri dan PDIP serta simpatisan PPP.
Sebuah gerakan politik yang sempat menggetarkan rezim Orde Baru.
Setelah sekian lama PDIP dan PPP tersubordinasi dalam sistem politik yang selalu dikuasai Golkar, ada perlawanan terbuka.
Radarsolo.com sempat bersua dengan Mudrick pada tahun lalu di rumahnya di Ndalem Kartopuran No 14, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo.
Menurutnya, yang bertanding pada Pilpres 2024 bukanlah antarpasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden.
Baca Juga: Tiang Penerangan Jalan Umum di Jalur Solo-Selo-Borobudur yang Ditabrak Pemotor Ternyata Tak Bertuan
Tapi, Presiden Joko Widodo melawan rakyat. ”Jokowi itu paslon 02, rakyatnya pendukung 01 dan 03,” ujar ketua dewan pembina ormas Mega Bintang tersebut.
Dia mengatakan, adanya gerakan sivitas akademika yang kritis terhadap pemerintahan merupakan langkah awal.
”Hampir 62 kampus tidak percaya lagi. Itu jangan disepelekan. Ingat kan zaman (Presiden) Pak Harto, 32 tahun berkuasa, tumbang melawan mahasiswa dan rakyat,” tegas Mudrick. (atn/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono