Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Atraksi Barongsai Ramaikan Momen Imlek di Kota Solo

Fauziah Akmal • Kamis, 23 Januari 2025 | 04:48 WIB
LINCAH: Atraksi barongsai yang menghibur siswa TK dan SD Warga Solo, Rabu (22/1/2025).
LINCAH: Atraksi barongsai yang menghibur siswa TK dan SD Warga Solo, Rabu (22/1/2025).

RADARSOLO.COM - Ratusan siswa TK dan SD Warga Solo antusias menyaksikan atraksi barongsai dalam perayaan Imlek yang digelar, kemarin (22/1). Atraksi ini mengajarkan para siswa nilai toleransi dan kedisiplinan.

Para siswa yang mengenakan pakaian bernuansa merah memenuhi halaman sekolah. Mereka bersorak menyaksikan enam barongsai beraksi.

Barongsai tersebut menunjukkan atraksi di lantai hingga di atas kursi merah yang disusun setinggi tiga meter.

Diiringi alunan musik tradisional tiongkok seperti tambur, simbal, dan gong, barongsai mendekati para siswa. Situasi ini disambut dengan teriakan histeris. Beberapa siswa bahkan bersemangat memberikan amplop merah (angpao) ke mulut barongsai.

Salah seorang siswa kelas VI Kristeen Amelya mengaku senang menyaksikan atraksi tersebut dan turut memberikan amplop. 

“Yang paling saya suka adalah saat barongsai beratraksi di atas kursi. Gerakannya lincah dan energik, melompat, meliuk, dan menari mengikuti irama musik. Ditambah lagi, warna-warni kostumnya yang mencolok membuat suasana jadi seru,” ujarnya.

Kepala SD Warga Conchita Conie Silimalar menjelaskan, kegiatan ini mengajarkan nilai toleransi dan disiplin kepada para siswa.

“SD Warga adalah sekolah nasional yang memiliki murid dari berbagai agama, mulai dari Konghucu, Islam, Kristen, Katolik, hingga Hindu. Kami merayakan hari raya masing-masing sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman,” katanya.

Conchita menambahkan, atraksi barongsai ini mengajarkan anak-anak tentang pentingnya latihan yang tekun dan tanggung jawab.

“Barongsai latihannya tidak hanya sehari dua hari butuh proses mungkin sampai bertahun-tahun. Jadi kami ingin ajarkan anak-anak untuk tidak pantang menyerah, terus berlatih dan belajar terus-menerus supaya apa yang mereka inginkan dapat tercapai,” imbuhnya.

Rangkaian perayaan Imlek di SD Warga dimulai sejak Senin (20/1) dengan lomba untuk siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Pada Selasa (21/1), digelar lomba untuk orang tua.

Acara puncak selain atraksi barongsai juga diisi dengan penampilan siswa berprestasi di bidang vokal dan tari, serta diakhiri dengan pembagian kue keranjang kepada seluruh siswa.

“Harapan kami, meskipun ini bukan budaya asli kita, anak-anak tetap bisa nguri-uri budaya dan belajar toleransi. Itu yang ingin kami tanamkan untuk masa depan mereka,” tandasnya. (zia/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#imlek #solo #barongsai #SD Warga