Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ahli Waris Go Tik Swan Hibahkan Arca ke Pemerintah, Diterima Menetri Kebudayaan Fadli Zon

Antonius Christian • Jumat, 24 Januari 2025 | 19:47 WIB
SAH: Ahli waris KRT Hardjonagoro, KRA Hardjo Suwarno tandatangai penyerahan arca ke Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Ndalem Hardjonagoro Solo, kemarin (23/1).
SAH: Ahli waris KRT Hardjonagoro, KRA Hardjo Suwarno tandatangai penyerahan arca ke Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Ndalem Hardjonagoro Solo, kemarin (23/1).

RADARSOLO.COM – Pemerintah kembali mendapatkan hibah benda bersejarah. Kali ini, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjemput puluhan arca yang dihibahkan oleh ahliwaris KRT Hardjonagoro alias Go Tik Swan.

Simbolis penyerahan arca dilakukan di Ndalem Hardjonagoro, Jayengan, Serengan, Solo, Kamis pagi (23/1/2025) kemarin.

Rombongan Fadli Zon diterima ahli waris KRT Hardjonagoro, KRA Hardjo Suwarno dan isteri. Hadir pula jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Prosesi serah terima berjalan dengan khidmat. Diawali sambutan Fadli Zon, selanjutnya doa keselamatan, serta penandatanganan dan penyerahan arca.

Hardjo Suwarno menjelaskan, 47 arca yang diserahkan ke Kementerian Kebudayaan itu adalah koleksi Hardjonagoro. Dikumpulkan sejak 1950 hingga 1980.

Sebelumnya, Hardjonagoro sempat diserahkan arca-arca tersebut ke negara. Melalui Dirjen Kebudayaan yang saat itu dijabat oleh Haryati Soebadio pada 1985. Namun, hingga kini arca-arca tersebut masih dirawat oleh ahli waris Hardjonagoro.

“Selama 40 tahun saya merawat arca-arca tersebut. Alhamdulillah, hari ini (kemarin) dapat anugerah untuk menindaklanjuti inisiatif yang dahulu dilakukan Panembahan Hardjonagoro. Kami resmi menyerahkan arca ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,” ucap Hardjo Suwarno.

Ada beragam bentuk arca-arca yang dihibahkan ke pemerintah. Mulai dari patung dewa-dewi hingga monumen. Semuanya merupakan peninggalan abad ke-8 hingga 14 Masehi.

Hardjo Suwarno berharap dan percaya, diboyongnya 47 arca tersebut nantinya akan lebih terawat.

Bisa berguna bagi masyarakat luas. Salah staunya untuk penunjang kepentingan penelitian, pendidikan, dan kebudayaan.

“Semoga bisa menjadi catatan sejarah kepada generasi saat ini dan seterusnya. Bahwa nenek moyang kita dahulu telah membuktikan keberadaan, keagungan, dan kebudayaan mereka,” tandasnya.

Sementara itu, Fadli Zon bersyukur bisa menindaklanjuti proses serah terima arca-arca yang telah menjadi benda cagar budaya sejak 1985 itu.

“Selanjutnya, arca-arca tersebut akan kami pelihara. Kami rawat. Kemudian dikembangkan dan dilestarikan di Kementerian Kebudayaan,” ucapnya.

Nantinya, arca-arca tersebut akan dibawa ke Museum Nasional Indonesia. Supaya dilakukan kajian untuk kepentingan pelestarian budaya dan pendidikan.

Selain itu diberi plakat penanda hibah dari Hardjonagoro. Baru kemudian 47 arca iti disimpan dan dirawat di Kantor Kementerian Kebudayaan RI.

“Kami sangat mengapresiasi Panembahan Hardjonagoro dan ahli warisnya. Sekaligus ini bukti dedikasinya terhadap kebudayaan Indonesia. Di mana kita tahu, beliau selain terlibat aktif dalam pelestarian arca-arca, juga dalam perbatikan, perkerisan,” kata Fadli Zon.

“Beliau juga salah seorang penari di Istana Negara pada masa kepemimpinan Bung Karno. Jadi, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi sedalam-dalamnya,” imbuhnya. (atn/fer)

Editor : Damianus Bram
#benda bersejarah #Go Tik Swan #Hibah #menteri kebudayaan fadli zon #KRT Hardjonagoro #arca