Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Keraton Solo Beri Gelar kepada Pejabat hingga Kepala Daerah Luar Jawa di Tingalan Dalem Jumenengan PB XIII

Antonius Christian • Sabtu, 25 Januari 2025 | 20:55 WIB
Paku Buwono XIII duduk singgasana raja saat acara Tingalan Dalem Jumenengan Paku Buwono (PB) XIII ke-21 Keraton Solo, Sabtu (26/1/2025).
Paku Buwono XIII duduk singgasana raja saat acara Tingalan Dalem Jumenengan Paku Buwono (PB) XIII ke-21 Keraton Solo, Sabtu (26/1/2025).

RADARSOLO.COM - Keraton Kasunanan Surakakarta atau Keraton Solo kembali menggelar prosesi Tingalan Dalem Jumenengan Paku Buwono (PB) XIII ke-21, Sabtu (26/1/2025) pagi. Pada momen ini, keraton juga memberikan gelar atau kekancingan kepada sejumlah tokoh.

Pantauan radarsolo.com, ratusan tamu undangan mulai tiba di Keraton Solo sekira pukul 09.00 WIB.

Mereka terlihat duduk di sekitara Pendapa Ageng Sasana Sewaka.

Tak hanya para keluarga, kerabat, hinga abdi dalem, terlihat pula sejumlah tokoh duduk di antara para tamu.

Di antaranya ada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo terpilih Respati Ardi dan Astrid Widayani, Bambang Gage Nugroho, Sekda Solo Budi Murtono, hingga Dirjen Perlindungan Kebudayan dan Tradisi Kemenbud Restu Gunawan.

Sementara itu, PB XIII duduk di dampar kencana atau singgasana raja sekira pukul 10.30 WIB, menggunakan pakaian beskap warna merah marun.

Kemudian, ratusan orang yag mendapat gelar dari keraton duduk melingkar di teras pendapa.

Acara prosesi pun dibuka dengan penampilan sembilan penari Bedhaya Ketawang, menyuguhkan tarian di hadapan raja dan para tamu undangan.

Pengageng Parentah Keraton Solo KGPH Dipokusumo menuturkan, selain agenda miyos dalem yang digelar hari ini, pada Jumat (25/1/2025) malam juga sudah dilaksakanan pemberian gelar atau pangkat.

“Kemudian besok (26/2025) pagi akan ada acara kirab, yang rutenya sama seperti kirab Suro mulai pukul 09.00. Nantinya di beberapa tempat ada udik-udik sebagai tanda bahwa itu berkah yang telah diterima, dalam hal ini PB XIII, untuk dibagikan kepada masyarakat,” ungkap Dipokusumo.

Apakah ada makna khusus pada Tingalan Jumenengan Dalem tahun ini, Dipokusumo menuturkan, kegiatan diwarani dengan gamelan, Sandangan dan Tari Bedhaya Ketawang yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

"Ini memerlukan persepsi, konsistensi dan pengertian supaya berlangsung dengan khidmat. Karena ini berkaitan dengan culture heritage atau wisata budaya, yang memiliki nilai tradisi, kita mencoba menggunakan modifikasi. Sehingga bagaimana kegiatan budaya ini memiliki nilai ekonomi untuk memberikan manfaat kepada masyarakat luas,” papar dia.

Untuk pejabat yang mendapat gelar atau kekancingan, Dipokusumo mengatakan ada beberapa kepala daerah dari luar Pulau Jawa.

“Ada dari Minahasa, ada juga beberapa pejabat lain,” pungkas Dipokusumo. (atn/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#kekancingan #PB XIII #Keraton Solo #Paku Buwono XIII #keraton kasunanan surakarta #Tingalan Jumenengan Dalem