RADARSOLO.COM-Puncak acara Grebeg Sudiro 2025 berlangsung meriah, Minggu (26/1/2025).
Ditandai dengan karnaval budaya yang unik dan menarik serta sebaran 4.000 kue keranjang.
Masyarakat dari dalam dan luar Kota Solo berkumpul di sekitar Pasar Gede, menunggu rombongan pawai dengan berbagai tema kreatif.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah ogoh-ogoh Bukek Siansu, tokoh komik karya Kho Ping Hoo, yang ditampilkan oleh Kelurahan Gandekan.
“Saya malah baru tahu kalau di Solo ada tokoh seperti ini,” kata Stevan Budiarto, wisatawan asal Jakarta.
Tidak kalah menarik, Kelurahan Sudiroprajan menampilkan jodang-jodang kreatif seperti Jodang Bakpia Balong, Jodang Replika SD Warga, hingga berbagai jodang dari Pasar Gede dan Klenteng Tien Kok Sie.
“Yang paling ditunggu itu jodang isi ribuan kue keranjang. Itu kan selalu jadi ikon Grebeg Sudiro setiap tahun,” ujar Anita Wulandari, warga Kampung Baru yang hadir sore itu.
Puncak acara dimulai menjelang sore dengan sebaran 4.000 kue keranjang khas Imlek.
Warga yang telah bersiap di lokasi strategis berlomba mendapatkan kue keranjang dari jodang.
“Ramai banget tahun ini, saya cuma dapat satu. Tahun lalu saya dapat satu tas plastik. Mungkin karena cuaca mendukung, yang datang lebih banyak,” ujar Retno, warga Karanganyar.
Karnaval Budaya dan pembagian kue keranjang merupakan bagian dari rangkaian Grebeg Sudiro, yang telah berlangsung sejak 16 hingga 31 Januari 2025.
Acara ini menjadi simbol toleransi dan kebhinekaan di Kota Solo.
“Grebeg Sudiro ini sudah 17 tahun digelar, dan dalam 10 tahun terakhir didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata. Ini adalah wujud toleransi dan kebanggaan budaya yang dimiliki warga Solo,” ujar Walikota Solo Teguh Prakosa.
Ia berharap event ini dapat terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata yang lebih besar di masa mendatang. (ves/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono