RADARSOLO.COM - Keraton Kasunanan Surakarta berupaya melakukan penyesuaian dan permohonan pemanfaatan selter kuliner di alun-alun kidul agar mampu menampung lebih banyak pedagang.
Hal ini dilakukan menimbang kapasitas selter jauh lebih kecil dari data pedagang yang ada.
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta KP Eddy Wirabumi membenarkan hingga saat ini area alun-alun kidul masih belum dibuka untuk umum. Hal ini disebabkan karena masih berlangsungnya masa pemeliharaan hingga saat ini.
"Masih dalam proses pemeliharaan dari pemerintahan kalau tidak salah Maret selesai pemeliharaannya. Tapi memang masih ada item yang mesti disempurnakan," terangnya.
Disinggung soal nasib pedagang, pihaknya mengaku sedang berupaya melakukan komunikasi dengan kementerian terkait agar shelter kuliner yang ada saat ini bisa digunakan oleh semua pedagang asli yang sudah terdata sejak awal.
Ini penting dilakukan agar area yang sudah tertata rapi itu bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat.
"Ini mempertimbangkan hasil pekerjaan fisik yang hanya bisa menampung 42 pedagang. Kami berinisiatif melakukan penataan ulang agar bisa menampung dua kali lipat lebih banyak. Ini kami laporkan ke kementerian terkait agar pedagang bisa masuk ke sana. Data lama ada 85 pedagang, jadi kita tata supaya rapi," ucapnya.
Sekadar informasi, penataan alun-alunnya kidul (selatan) dan alun-alun lor (utara) mulai dikerjakan dengan anggaran dari KemenPUPR senilai Rp 29,3 miliar dan digarap sejak akhir 2023 itu telah rampung pada September 2024 lalu.
Alun-alun utara kini sudah dibuka untuk umum sementara alun-alun selatan sampai hari ini masih dalam tahap penyempurnaan.
"Kalau sudah selesai seluruhnya akan diserahterimakan ke keraton," kata Wali Kota Solo Teguh Prakosa, beberapa waktu lalu. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy