Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Lampion Imlek di Kota Solo Sukses Mencerminkan Kebinekaan, Wisatawan Luar Kota Ikut Terpukau

Antonius Christian • Rabu, 29 Januari 2025 | 04:04 WIB
Warga Sudiroprajan Solo menggelar umbul mantram menyambut Imlek di depan Pasar Gede, belum lama ini.
Warga Sudiroprajan Solo menggelar umbul mantram menyambut Imlek di depan Pasar Gede, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Ribuan manusia tumpah ruah di kawasan lampion Imlek yang terpasang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman (Jensud) hingga kawasan Pasar Gede Solo, Selasa (28/1) malam.

Warga dan wisatawan menikmati keindahan warna-warni lampion yang terpasang di sepanjang kawasan tersebut.

Dari pantauan koran ini, anggota dari Satlantas Polresta Solo dan Dishub Kota Solo mulai menutup kawasan lampion mulai dari simpang empat warung pelem hingga bundaran Gladag sejak pukul 19.00. Masyarakat pun mulai menyusuri kawasan tersebut.

Tak sedikit yang terpukau dengan lampion yang terpasang. Khususnya lampion shio yang berada di ruas dekat Patung Slamet Riyadi di Gladag hingga di depan Balai Kota Solo.

Lampion-lampion shio ini juga menjadi objek swafoto dari masyarakat yang datang.

Seperti yang dilakukan Endah Sari Ningrum yang datang bersama dengan anak dan suaminya. Warga kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari ini sengaja datang untuk menyaksikan gemerlap malam imlek.

"Ini sama anak saya kesini. Baru sempat datang ke sini malam ini. Karena kemarin-kemarin cuacanya tidak mendukung, hujan terus, jadi hawanya dingin. Untungnya hari ini cerah jadi bisa kesini," kata Endah.

Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai guru di salah satu SMP di Kota Solo ini menambahkan bila dia rutin mengajak sang anak setiap lampion terpasang di kawasan Jensud. Tidak hanya pada saat momen Imlek saja.

"Di sini Natal juga ada lampion khususnya yang dipajang, terus Ramadan nanti juga ada. Saya ingin mengenalkan anak saya apa itu toleransi," ungkapnya.

Tidak hanya warga Kota Solo, keindahan lampion Imlek juga mendapat apresiasi dari Andi Putra Hermawan, salah seorang wisatawan asal Surabaya.

Dia mengakui memanfaatkan momen long weekend ini bersama keluarga di berbagai lokasi wisata di Kota Solo. Dia mudik ke kampung halaman sang istri yang ada di Nguter, Sukoharjo.

"Kemarin sempat main ke Jogja, ada pasang lampion juga, tapi lupa lokasinya. Trus saya diberi tahu, kalau di Solo juga memasang lampion dan lebih meriah. Pas lihat langsung ke sini. Ternyata benar, lebih meriah banget di sini," ungkapnya.

Dia pun merasa tak sia-sia datang kesini, meski sempat terjebak macet saat perjalan menuju ke kawasan tersebut.

"Kesini minjem mobil milik om. Tadi sempat bingung juga jalan ke sini, akhirnya ketemu walau sempat macet. Tapi setelah sampai terbayarkan, karena memang bagus banget spot lokasinya," ungkapnya.

Tidak hanya menikmati pemandangan yang ada, para pelancong juga menikmati sensasi menaiki perahu imlek yang menyusuri kali Pepe dari kawasan Jembatan Pasar Gede. Terlihat sejumlah orang mengular, mengantre menaiki perahu tersebut.

Koordinator Event Perahu Wisata Kali Pepe Yohana Fransiska Lili menuruturkan antusiasme pengunjung sejak wisata dibuka pertengah bulan lalu cukup tinggi. Bila cuaca bersahabat, tak kurang dari 500 orang menaiki perahu tersebut.

"Cuma ya kadang pas hujan deras kami tidak operasi karena debit (Kali Pepe) tinggi. Kami tidak mau ambil risiko," Katanya.

"Kebanyakan (naik perahu) malah orang luar kota yang tengah liburan ke Solo. Seperti dari Jogja, hingga Semarang. Pernah juga ada dari Jakarta juga. Kalau orang Solo mungkin sudah pernah naik, jadi antusiasnya kurang. Kami buka rencana sampai tanggal 31 (Januari) ini," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Bersama Imlek 2576 Kongzili/2025 Sumartono Hadinoto menuturkan untuk Imlek tahun ini, pihaknya juga memasang sebanyak 12 lampion shio, 17 lampion dewa dewi, dan 5.000 lampion merah putih di jembatan kawasan Pasar Gede.

Tidak hanya itu, lanjut Sumartono, pihak panitia juga menggelar pesta kembang api yang dari halaman Balai Kota Solo.

Menyambut Imlek tahun ini, panitia membuat sembilan rangkaian acara menarik. Upaya itu dilakukan untuk branding mengenai kebinekaan di Kota Solo.

"Sekarang semua warga bisa merayakan perbedaan. Setiap kelompok agama diberikan ruang dan kesempatan yang sama di Kota Solo. Ini bagian toleransi yang terjaga baik terutama momen Imlek," ucapnya. (atn/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#imlek #lampion