Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pompa Tak Cukup Efektif Atas Banjir di kawasan Sambirejo, Butuh Solusi Permanen

Antonius Christian • Jumat, 31 Januari 2025 | 17:55 WIB
BELUM OPTIMAL: Banjir di kawasan Kampung Sambirejo, Banjarsari, Solo, selalu melanda warga setempat di setiap musim hujan.
BELUM OPTIMAL: Banjir di kawasan Kampung Sambirejo, Banjarsari, Solo, selalu melanda warga setempat di setiap musim hujan.

RADARSOLO.COM – Meski berbagai upaya telah dilakukan, banjir masih terus menggenangi kawasan Sambirejo, Kelurahan/Kecamatan Banjarsari setiap kali hujan deras melanda Kota Solo.

Penanganan yang dilakukan Pemkot Solo bersama pelaksana Proyek Strategis Nasional (PSN) Underpass Joglo dinilai warga belum membuahkan hasil maksimal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Nur Basuki menjelaskan, pemkot terus berupaya mengendalikan banjir dengan mengoperasikan tiga pompa portabel di sekitar Underpass Joglo.

“Sejak hujan deras pada Senin (27/1/2025), kami langsung mengaktifkan pompa. Genangan memang sempat terjadi, tapi ketinggiannya tidak separah akhir Desember lalu yang sempat mencapai 60 cm hingga 1 meter,” ujarnya, kemarin.

Namun, Basuki enggan menyebut genangan yang terjadi sebagai banjir. Menurutnya, limpasan air yang tak lancar lebih cocok disebut sebagai genangan sementara.

Dia meminta warga bersabar karena proyek besar yang dirancang pasca-banjir akhir tahun lalu masih dalam tahap perencanaan dan belum bisa dieksekusi akibat mekanisme lelang.

“Untuk sementara, optimalisasi pompa portabel menjadi langkah darurat yang bisa dilakukan Pemkot Solo,” tambahnya.

Sementara itu, warga Kampung Sambirejo tetap mengeluhkan genangan yang kerap terjadi setiap kali hujan deras turun.

Ketua RW 01 Kelurahan Banjarsari Agus Setyo Utomo mengungkapkan bahwa beberapa titik di wilayahnya selalu tergenang, terutama jika hujan berlangsung dalam waktu lama.

“Pompa memang membantu air surut lebih cepat, tapi tetap saja air masuk ke rumah warga setiap kali hujan deras turun,” keluhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Solo Taufiqurrahman menyoroti ketidakefektifan langkah-langkah yang diambil sejauh ini.

Dia meminta pemkot segera mencari solusi konkret sebelum proyek pembangunan kolam penampungan dan sodetan drainase di kawasan Joglo yang dirancang oleh pemerintah pusat benar-benar terealisasi.

Taufiqurrahman mengungkapkan bahwa penggunaan pompa di kawasan tersebut masih belum mampu mengatasi banjir secara optimal.

Bahkan, dalam beberapa kejadian, pompa yang disediakan justru tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kemarin sudah dioptimalkan dengan pompa, tapi kenapa saat hujan deras malah tidak berfungsi? Padahal ada tiga hingga empat pompa di sana. Saya sudah mengingatkan dinas pekerjaan umum (DPU) agar mencari alternatif lain,” tegasnya.

Politikus Partai Golkar itu juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat sebenarnya sudah menyiapkan rencana besar untuk menangani banjir di Joglo.

Rencana tersebut mencakup pembangunan kolam penampungan dan sodetan drainase yang menghubungkan kawasan utara ke selatan jalan. Namun, proyek ini baru akan selesai pada Oktober 2025.

“Masalahnya, proyek ini butuh waktu lama. Sementara itu, pemkot harus segera mencari langkah antisipasi agar warga tidak terus-menerus terdampak banjir,” tambahnya.(ves/atn/bun/dam)

Editor : Damianus Bram
#Underpass Joglo #solo #banjir #dprd #hujan deras #sambirejo #dpupr kota solo