Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dahsat Dilebur dengan Genting, Pemkot Solo Giatkan Program Penanganan Stunting

Silvester Kurniawan • Rabu, 5 Februari 2025 | 03:44 WIB
CERIA: Seorang balita bermain prosotan di Kelurahan Sondakan, Laweyan, saat launching program Genting (3/2).
CERIA: Seorang balita bermain prosotan di Kelurahan Sondakan, Laweyan, saat launching program Genting (3/2).

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo melakukan penyesuaian terhadap anggaran penanganan stunting, seiring diluncurkannya Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat.

Praktiknya, anggaran yang sebelumnya digunakan untuk program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) akan dialihkan guna menyokong program tersebut.

Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengungkapkan, pelaksanaan Genting di Solo bukan hal yang baru.

Lantaran target dan sasarannya sama, yakni untuk ibu hamil dan bayi di bawah usia 2 tahun. Program pemkot yang mirip dengan Genting sebelumnya diberi nama Dahsat.

Praktiknya adalah menggerakkan ibu-ibu pendamping untuk memasak sejumlah makanan sehat untuk sasaran penanganan stunting yang ada di setiap kelurahan. Namun dengan adanya program tersebut, Program Dahsat akan melebur dan menjadi satu dengan Genting dari pemerintah pusat itu.

“Di 2025 kami juga ada anggaran Rp 15 miliar. Rp 5 miliar diantaranya untuk program penambahan nutrisi (dulu Dahsat, Red). Jadi yang dulu bernama Dahsat sekarang menjadi Genting,” beber Teguh, Selasa (4/2/2025). 

Dengan demikian, program Dahsat yang sebelumnya diimplementasi dengan pemberian dua kali makan dalam sehari dengan anggaran Rp 12.500 per porsi.

Sementara untuk Genting adanya tambahan nutrisi hanya diberikan sekali makan dalam sehari dengan nominal Rp 15 ribu per porsi.

Meski demikian, pemkot tidak akan membedakan kedua jenis program ini, namun akan mengolaborasikan, sehingga penambahan nutrisi itu bisa lebih bermanfaat untuk penerima manfaat.

“Anggaran dari pusat belum ada. Tapi bentuknya untuk operasional tim pendamping keluarganya (untuk pelaksananya, Red). Jadi operasional ibu-ibu yang masak itu tidak boleh mengambil dari Rp 15 ribu per prosi ini,” tegas Wali Kota.

Sekadar informasi, Genting di Solo di-launching mulai Senin (3/2) lalu di Kelurahan Sondakan, Laweyan. Nantinya, Genting akan diluncurkan di setiap kelurahan yang ada di Kota Bengawan sebagai pengganti program Dahsat yang ada sebelumnya ada.

Bedanya Genting memberikan kesempatan untuk berbagai pihak (tidak hanya CSR Swasta) untuk berpartisipasi. Tujuannya agar penerima manfaatnya lebih banyak dari sebelumnya.

“Kebetulan yang launching di Kelurahan Sondakan itu untuk tiga kelurahan (Sondakan, Sewu, Sumber) dan kemarin ada CSR dari Bank Jateng Rp 230 juta (untuk 73 sasaran). Kedepan siapa saja bahkan masyarakat bisa terlibat dalam gerakan orang tua asuh ini. Nanti dari kementerian terkait akan dibuatkan dashboard yang menunjukkan siapa orang tua asuhnya dan siapa sasarannya. Harapannya sasarannya bisa lebih banyak dari yang ada saat ini,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kota Solo Purwanti. (ves/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#DAHSAT #stunting #genting