RADARSOLO.COM - Pelaku usaha merupakan mitra penting Pemerintah untuk ikut memajukan perekonomian daerah. Peningkatan daya saing pun perlu dilakukan agar sektor usaha di Jawa Tengah semakin berkembang dan mampu bersaing tingkat nasional maupun internasional.
Hal itu seperti dikatakan Gubernur Terpilih Ahmad Luthfi dalam acara Sarasehan bersama Kadin se-Jawa Tengah di The Sunan Hotel Solo, pada Senin (4/2/2025).
Di hadapan para pengusaha yang tergabung di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 35 kabupaten/kota Jateng, Lutfi memaparkan sejumlah strategi yang akan ditempuh dalam mendorong peningkatan dunia usaha daerah.
"Cukup banyak persoalan yang dihadapi Jawa Tengah. Mulai dari kemiskinan, pendidikan, infrastruktur hingga persoalan kesehatan. Namun ada peluang besar untuk mengatasi persoalan itu saat melihat angka inflasi rendah di Jateng. Artinya, dunia usaha bisa didorong lebih cepat," katanya.
Lutfi menjelaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah merangkul para pengusaha di Jateng. Jalinan kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.
Selain itu, Lutfi mengatakan, telah berkomunikasi dengan separuh kementerian agar memberikan dukungan program pembangunan di Jateng.
"Hal itu mesti dilakukan karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jateng hanya Rp 15 triliun sementara APBD plus transfer dana dari pusat hanya Rp 24 triliun. Anggaran dana yang mepet ini mesti disiasati," ungkapnya.
Lebih lanjut, Lutfi mengatakan, jika dukungan anggaran bertambah maka program pemprov bisa terealisasi.
Selanjutnya, ia menekankan pengusaha harus masuk dalam peran partisipasi dalam memajukan Jateng. Peran yang bisa dilakukan pengusaha dengan menyukseskan program-program pemprov.
"Seperti meningkatkan kelas UMKM, infrastruktur, sehingga persiapan aglomerasi wilayah bisa terkoneksi (jalan, ekonomi, pengan dll)," imbuhnya.
Pengusaha juga diajak untuk menyukseskan swasembada pangan dalam menopang industri.
"Apalagi Jateng sudah memiliki KITB Batang dan Kawasan Industri di Kendal. Kami bakal melakukan reformasi birokrasi dan tak ada lagi izin-izin yang sulit asalkan memenuhi syarat, sehingga pengusaha lebih leluasa untuk menjalankan peran memajukan Jateng," tegasnya.
Ketua Kadin Jateng, Harry Nuryanto Soediro berharap sinergi dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan bisa dilakukan bersama dunia usaha. Terutama untuk memaksimalkan 3 sektor yakni investasi, ketahanan pangan dan UMKM.
"Kadin Jateng berkomitmen memajukan perekonomian Jateng. Mendorong iklim usaha yang kondusif dan maju," ungkap Harry.
Sementara itu, Ketua Kadin Solo, Ferry S Indrianto mengaku yakin Jateng memiliki potensi sumber daya yang besar jika dikelola dengan tepat. Di sisi lain ia juga berharap ada reformasi birokrasi agar tak ada lagi ego sektoral, sehingga kinerja tak berjalan efektif.
Pada kesempatan ini pula, Kadin juga menyampaikan buku profil kondisi ekonomi dan bisnis di Jateng yang bisa jadi rekomendasi kebijakan di RPJMD. Termasuk merekomendasikan pemanfaatan CSR perusahaan yang lebih terarah.
"Forum ini untuk membangun iklim usaha yang lebih baik, karena sejatinya Jateng bisa jadi role model pembangunan di Indonesia," terang Ferry. (ul/nik)
Editor : Niko auglandy