RADARSOLO.COM — Revitalisasi Pasar Harjodaksino, Danukusuman, Serengan, Solo tampaknya urung dikerjakan tahun ini.
Kabar tersebut terungkap, setelah DPRD dan Pemerintah Kota (Pemkot) solo menjalin komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Selasa (2/2/2025).
Sebagai catatan, kunjungan ke Kemen PU diwaliki Ketua DPRD Kota Solo Budi Prasetyo bersama anggota komisi II. Turut hadir pula Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo Agus Santoso.
Kunjungan ini dalam rangka menanyakan kejelasan pengajuan usulan revitalisasi Pasar Harjodaksino, yang semula ditargetkan segera digarap tahun ini. Sayangnya, hingga akhir kunjungan belum ada keputusan final.
“Pertemuan dengan Kementerian PU untuk menanyakan realisasi pembangunan ulang Pasar Harjodaksino. Tapi memang belum ada kepastian. Belum bertemu pejabat utamanya,” jelas Agus Santoso (6/2).
Agus mengaku, revitalisasi diusulkan di era Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Kemudian ditindaklanjuti melalui pembuatan detail engineering design (DED), dengan estimasi anggaran sekira Rp 110 miliar.
Usulan itu kemudian diajukan ke Kementerian Perdagangan, lalu diteruskan ke Kemen PU. Teknis ini sama dengan revitalisasi Pasar Jongke.
“DED dan seluruh kajian sudah selesai semua. Tapi dari PU mengaku belim dapat kajian dan DED-nya dari Kementerian Perdagangan. Padahal kemarin sudah kami berikan file dan dokumen permohonan dari Pak Gibran,” beber Agus.
Nah, hasil pertemuan dengan kemen PU itu, segera dilaporkan ke Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Budi Murtono. Menimbang pemkot sudah resmi bersurat ke wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pertimbangan lainnya, yakni adanya aturan efisiensi anggaran yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 1/2025. Sehingga berpotensi membuat rencana revitalisasi Pasar Harjodaksino urung dilakukan tahun ini.
“Sudah dengan pak wapres melalui surat. Ini kami laporkan ke pak sekda juga. Dan pak sekda mau komunikasikan dengan pak wapres,” ujar Agus.
Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Solo Mukaromah membenarkan kunjungan ke Kemen PU. Di sana rombongan ditemui Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, untuk memastikan kelancaran revitalisasi Pasar Gemblegan.
Pada kesempatan itu, komisi II mendesak agar revitalisasi bisa digeber tahun ini. Mengingat Pasar Harjodaksino merupakan satu-satunya pasar tradisional berskala besar, yang belum tersentuh penataan.
“Harapannya revitalisasi pasar seluar 8.900 meter persegi itu bisa terwujud. Ini tugas kami untuk mengawal pusat perekonomian tradisional, supaya ke depan menjadi lebih baik,” tegas politisi PKB itu. (ves/fer)
Editor : Niko auglandy