Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pasca Mediasi Orang Tua Murid dan Yayasan Al Abidin Soal Polemik Kebijakan dan Transparansi Keuangan, Ini Catatan Komisi IV DPRD Solo

Antonius Christian • Sabtu, 8 Februari 2025 | 23:50 WIB
Persatuan Orang Tua Murid Al Abidin (Portal) akhirnya berdamai dengan Yayasan Al Abidin dalam mediasi yang difasilitasi Komisi IV DPRD Solo, Jumat (7/2/2025).
Persatuan Orang Tua Murid Al Abidin (Portal) akhirnya berdamai dengan Yayasan Al Abidin dalam mediasi yang difasilitasi Komisi IV DPRD Solo, Jumat (7/2/2025).

RADARSOLO.COM - Komisi IV DPRD Kota Solo berikan sejumlah catatan, usai memfasilitasi mediasi antara Persatuan Orang Tua Murid Al Abidin (Portal) dengan Ketua Yayasan Al Abidin.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Solo Sekar Tandjung mengatakan, mediasi yang digelar di kantor DPRD Solo pada Jumat (7/2/2025), telah menghasilkan kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua belah pihak.

“Alhamdulillah bisa bermuara pada kesepahaman dan disahkan di ruang paripurna,” ujar Sekar yang juga Ketua DPD Partai Golkar Solo itu, Sabtu (8/2/2025).

Dia juga mengapresiasi adanya kolaborasi dan komunikasi secara bertahap yang dilakukan oleh para stakeholder sehingga mencapai titik terang.

“Ini adalah contoh ketika elemen-elemen masyarakat bekerja sama untuk akhirnya menemukan solusi,” tambahnya.

Dia pun berharap setelah adanya kesepakatan antara Portal dan Yayasan Al Abidin, ke depan tidak akan ada masalah lagi antara orang tua murid dengan sekolah.

Selain itu, Sekar juga menyoroti pentingnya pengawalan hasil kesepakatan tersebut.

Dalam hal ini, dia menyebut Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, yang tak boleh lepas tangan dan harus tetap mengawal.

“Kami harap dinas pendidikan pun akan senantiasa bisa mengawal poin-poin yang menjadi kesepakatan di antara kedua belah pihak.” tuturnya.

Dia juga berpesan kepada pihak wali murid dan yayasan untuk membuat sistem komunikasi yang reguler agar permasalahan bisa lebih banyak dicegah daripada nantinya harus ditanggulangi.

Sehingga proses kegiatan bekajar mengajar (KBM), khususnya bagi siswa-siswi bisa berlangsung optimal.

“Jagan sampai kasus ini berlarut-larut, anak-anak kita ini yang menjadi korban. Kasian kalau pendidikan mereka yang terbengkalai karena perseteruan ini tidak selesai. Sehingga dengan MoU kemarin, jadi akhir dari masalah yang selama ini terjadi,” papar Sekar.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto.

Menurut dia, mediasi antara orang tua murid dengan Yayasan Al Abidin pada Jumat kemarin, bukan sebagai ajang saling menjatuhkan. Melainkan untuk mencari solusi terbaik.

“Semangat yang kita usung dalam pertemuan itu bukan untuk menenag-menangan. Bukan mencari, oh yang salah pihak ini atau pihak itu, bukan," urai Sugeng.

"Namun, bagaimana akhirnya kita duduk bersama, mencari solusi, kemudian ke depan hubungan antara yayasan, sekolah, dan wali murid kembali harmonis,” urai Sugeng.

Politisi senior PKS itu menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disdik Solo. Dinas pun siap menampung asprirasi dari para wali murid dan yayasan ke depan.

“Harapan kita (masalah) selesai kemarin. Karena sudah ada kristalisasi semangat perbaikan. Sudah ada kesepahaman, sehingga tercipta formula terkaik bagi kebaikan bersama,” pungkasnya. (atn/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#dprd solo #yayasan al abidin #disdik solo #komisi iv #orang tua murid