Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pakar UMS: Efisiensi Anggaran Berisiko Perparah Ekonomi Lesu

Fauziah Akmal • Kamis, 13 Februari 2025 | 16:57 WIB
Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Anton Agus Setyawan.
Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Anton Agus Setyawan.

RADARSOLO.COM- Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat menimbulkan banyak konsekuensi.

 

Fenomena tersebut disorot Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Anton Agus Setyawan.

Dia menilai efisiensi anggaran kementerian dan lembaga negara dapat berdampak negatif terhadap perekonomian yang tengah lesu.

Anton menjelaskan, dalam konsep ekonomi makro, belanja pemerintah (government spending) memiliki peran krusial dalam mendorong aktivitas ekonomi.

Terutama saat sektor swasta tidak bergerak optimal akibat rendahnya daya beli masyarakat.

"Ketika daya beli masyarakat lemah, kita tidak bisa berharap banyak pada sektor swasta. Pemerintah harus menjadi motor penggerak ekonomi dengan belanja yang cukup besar," terang Anton.

"Jika anggaran dikurangi, kita justru berisiko mengurangi daya dorong terhadap ekonomi," imbuhnya. 

Anton juga mengkritisi kebijakan efisiensi anggaran untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, kebijakan ini bisa berdampak positif pada perekonomian, asalkan melibatkan pelaku UMKM sebagai mitra penyedia layanan program tersebut.

"Anggaran besar yang dikeluarkan dan dibelanjakan di sektor dalam negeri, seperti untuk program makanan gratis ini, dapat meningkatkan permintaan domestik dan mendorong pertumbuhan ekonomi," paparnya.

Namun, di sisi lain, Anton mengingatkan, pemangkasan anggaran juga menghambat proyek infrastruktur strategis, yang sejatinya bisa mengerek perekonomian dalam jangka menengah dan panjang.

Baca Juga: Bandingkan dengan Jennifer Agnes, Netizen Heran Skandal Perselingkuhan Suami Iris Wullur Sepi Banget: Ini Lawannya Bukan Orang Biasa!

"Proyek infrastruktur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi juga mengalami keterlambatan, yang berpotensi memperlambat laju pemulihan ekonomi," tambahnya.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen.

Namun, Anton meragukan apakah efisiensi anggaran justru bisa mendorong target tersebut.

"Saya pesimis bahwa kita akan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen tahun ini," terangnya.

"Namun, kita tetap perlu menunggu hasil dari kebijakan efisiensi anggaran ini. Apakah benar-benar berdampak positif, atau justru memperburuk kondisi ekonomi?" pungkas Anton. (zia/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#efisiensi #anggaran #Anton Agus Setyawan #UMS #pakar #Ekonomi Lesu