RADARSOLO.COM – Proyek pembangunan GOR Indoor Manahan terus dikebut. Saat ini, pengerjaan berfokus pada penguatan rangka atap sebelum pemasangan videotron seberat 2,2 ton.
Pemkot Solo masih menunggu hasil kajian akademisi terkait kekuatan rangka atap tersebut.
Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menyebut mayoritas proyek fisik yang didanai hibah Uni Emirat Arab (UEA) telah selesai dan sebagian telah diresmikan. Sisa pengerjaan fisik hanya tinggal GOR Indoor Manahan.
“GOR masih menunggu kajian dari UNS (Universitas Sebelas Maret), apakah rangka atapnya bisa dipasangi videotron atau tidak. Kalau untuk basket, videotron itu memang harus di tengah. Kalau digeser ke samping pasti jadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Jadi memang harus ada tambahan pengerjaan dulu,” kata Teguh, Kamis (13/2/2025).
Teguh memperkirakan penguatan rangka atap memerlukan waktu yang tidak sebentar. Sebelum videotron dipasang, masih ada pengerjaan lain, termasuk pemasangan lantai.
“Sisa pengerjaan baru bisa dikebut setelah videotron terpasang. GOR ini kemungkinan selesai pada Mei-Juni,” imbuhnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono, menambahkan bahwa GOR Manahan merupakan salah satu proyek fisik yang didanai UEA dan pengerjaannya masih berjalan.
Terkait keterlambatan penyelesaian yang seharusnya rampung akhir 2024, Budi menjelaskan bahwa hal ini disebabkan adanya temuan kerusakan pada rangka atap yang harus diperkuat sebelum pemasangan videotron.
“Proses penguatan rangka atap sudah dimulai sejak Januari. Pekerjaan ini harus diselesaikan lebih dulu,” paparnya. (ves/fer)
Editor : Damianus Bram