RADARSOLO.COM – Proyek-proyek besar di Kota Solo, tentu membutuhkan biaya perawatan yang diperkirakan anggaran cukup besar.
Pemimpin baru di Kota Solo mendatang, tentu memiliki pekerjaan rumah untuk bisa merealisasikannya. Khususnya menjaga fasilitas publik dan proyek prioritas yang sudah terbangun agar tetap tumbuh lebih baik.
Ditemui sejumlah awak media usai mengikuti upacara bendera Hari Jadi Kota Solo ke-280 di Stadion Sriwedari, Senin (17/2), mantan wali kota Solo, sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Solo FX Hadi Rudyatmo memberi masukan.
Misalnya 17 proyek prioritas yang digarap di era wali kota Gibran Rakabuming yang dilanjutkan di era wali kota Teguh Prakosa biaya perawatannya memerlukan anggaran yang besar.
“Kalau yang namanya 17 skala Prioritas itu mestinya masuk RPJMD (2021-2026), nah kalau tidak masuk RPJMD itu bisa dikatakan PSN atau CSR dari suatu tokoh atau pengusaha. Perawatannya besar seperti Museum Sains. Kalau bebannya di APBD, rakyat nanti tidak makan,” ujarnya.
Di luar itu, Rudi memastikan bahwa PDI Perjuangan mendukung penuh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan segala kebijakannya dari luar pemerintahan.
Artinya PDI Perjuangan baik secara nasional maupun di skala lokal Solo mendukung penuh kebijakan yang muncul di era Presiden Prabowo Subianto. Termasuk dalam hal efisiensi anggaran yang sedang diupayakan pemerintah pusat.
“Kami memberikan dukungan positif dan konsumtif. Kami tidak pernah menghalang-halangi kebijakan dari pemerintah. Soal RPJMD kedepan, mestinya semua akan mengacu pada visi-misi presiden. Misalnya pemangkasan anggaran, ya disesuaikan dengan kebijakan presiden. Kalau visi-misi kepala daerah yang ada sekarang itu juga dijalankan, namun lebih utama untuk menjalankan visi-misi presiden,” tegas Rudy. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy