Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tren Coworking Space Rambah Kota Solo, Cukup Bawa Laptop, Berasa Punya Kantor Sendiri

Antonius Christian • Senin, 24 Februari 2025 | 17:16 WIB
FLEKSIBEL: Klien Genius Idea ngantor di cabang Solo, belum lama ini.
FLEKSIBEL: Klien Genius Idea ngantor di cabang Solo, belum lama ini.

RADARSOLO.COM - Tren kerja fleksibel dan dinamis semakin berkembang, seiring kemajuan teknologi serta perubahan pola kerja global. 

Namun tingginya pengadaan dan pendirian kantor, sering menjadi kendala. Dan di Solo, ada coworking space yang bisa jadi solusi atas permasalahan tersebut

Dunia bisnis terus berkembang seiring kemajuan tekonologi. Tak jarang anak-anak muda mulai berani terjun di dunia binis hingga start-up, walaupun belum memiliki kantor sendiri. Operasional mereka ditunjang dengan hadirnya layanan coworking space.

Tren coworking space itu kini sudah merambah Kota Solo. Tren ini diinisiasi oleh Genius Idea.

Berlokasi di jantung Kota Bengawan, coworking space ini menjadi solusi tepat bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), start-up, hingga perusahaan yang membutuhkan ruang kerja efisien, modern, serta siap pakai.

Jawa Pos Radar Solo coba mengulik layanan yang ada di Genius Idea. Lokasinya di Center Point, Jalan Slamet Riyadi, Sondakan, Laweyan.

Ruangannya tidak terlalu besar, hanya berukuran 5 x 5 meter. Di sana, sejumlah pebisnis pemula terlihat menemui klien mereka.

“Saat ini kami ada lebih dari 500 anggota korporat di luar UMKM. Solo merupakan cabang ketujuh, dengan kapasitas awal 150 orang pada Oktober 2024. Lalu berkembang hingga 250 orang dalam waktu kurang dari sebulan,” jelas Chief Executive Officer (CEO) Genius Idea R.M. Yusak Candra.

Konsep yang ditawarkan berupa custom build. Mencakup berbagai layanan seperti flexible desk, private office, meeting room, hingga service office yang dilengkapi fasilitas pendukung.

Termasuk keamanan, resepsionis, kebersihan, internet, listrik, parkir, kopi, teh, dan sebagainya.

“Jadi, semua kebutuhan kantor mulai dari kursi, meja, dan koneksi internet, semua kami siapkan. Jadi mereka tinggal datang membawa badan dan laptop saja. Seakan-akan mereka punya kantor sendiri,” imbuhnya.

Bukan tanpa alasan Kota Solo jadi sasaran utama coworking space. Karena potensi untuk ekspansi dunia kerjanya cukup tinggi.

“Solo dan Jogjakarta sangat menarik bagi perusahaan global, karena memiliki SDM (sumber daya manusia) berkualitas dengan standar internasional. Banyak perusahaan kini lebih memilih solusi hemat biaya. Bisa memiliki kantor tanpa investasi besar, cukup dengan menggunakan layanan kami,” sambung Founder Genius Idea Simon Surianto.

Harus diakui, tren bekerja mengalami perubahan saat dan pascapandemi Covid-19. Sehingga mendorong banyak perusahaan untuk lebih fleksibel dalam mengelola sumber daya mereka.

Coworking space hadir sebagai solusi bagi bisnis yang ingin mengoptimalkan ruang kerja, tanpa harus memiliki kantor fisik yang besar.

“Sekarang banyak perusahaan belajar dari pandemi. Mereka tidak lagi membutuhkan kantor yang luas. Tetapi kantor yang sesuai kebutuhan. Dengan konsep ini, perusahaan lebih mudah berekspansi dengan biaya lebih efisien,” imbuh Simon.

Di Jogja, Genius Idea memiliki dua cabang. Kemudian di Semarang terdapat empat cabang. Bahkan okupansi di dua kota ini mencapai 100 persen.

“Kami optimistis ekspansi ke Solo akan membawa dampak positif bagi dunia usaha, termasuk menghadirkan peluang kerja baru bagi masyarakat. Sehingga para pebisnis pemula ini bisa fokus mengembangkan usahanya, tanpa memikirkan pengeluaran operasional untuk kantor," beber Simon. (atn/fer)

Editor : Damianus Bram
#Kerja fleksibel #kerja #Genius Idea #tren #Start-Up #coworking space