RADARSOLO.COM – Tidak biasanya Putra Mahkota Keraton Solo bersikap kritis terhadap kondisi bangsa.
Meskipun hanya disampaikan lewat unggahan di akun Instagram @kgpaa.hamangkunegoro, hal tersebut cukup menyita perhatian.
KGPAA Hamangkunegoro atau akrab disapa Gusti Purboyo menuliskan: "Percuma Republik Kalau Cuma Untuk Membohongi,"
Gusti Purboyo juga mengunggah tangkapan layar akun @Dandhy-Laksono yang menuliskan: Bahkan saat berniat baik pakai Pertamax karena merasa tak berhak disubsidi pun, kita tetap ditipu di negara ini.
Putra Mahkota juga mengunggah cuitan Dandhy Laksono yang menuliskan: Sept 2024, Munir #KaburAjaDulu ke Belanda dapat beasiswa S2. Stafnya di lembaga imparsial nanya mau dipesenin tiket apa. Pilihannya KLM, SQ, Garuda.
Munir pilih Garuda. Alasannya: "Biar duitnya balik ke negara"
Dia mati diracun komplotan di Garuda.
Pengageng Sasana Wilapa Keraton Solo KPA H. Dany Nur Adiningrat membenarkan bahwa unggahan itu dibuat oleh Gusti Purboyo.
"Beliau tidak tega melihat rakyat kecil terus menangis karena kebijakan yang tidak berpihak kepada mereka,” terang Dany, Jumat (28/2/2025).
“Faktanya, banyak program pemberdayaan masyarakat yang justru berubah menjadi alat untuk menekan rakyat," lanjut teman diskusi Gusti Purboyo tersebut.
Dany mengungkapkan bahwa keresahan Gusti Purboyo berakar pada ketidakadilan dalam pengelolaan negara.
Banyak kebijakan yang menurutnya hanya menguntungkan segelintir orang, sementara rakyat kecil terus menjadi korban.
Baca Juga: Catat Janjinya, Pemprov Jateng dan Pemkab Sukoharjo Siap Kawal Ribuan Buruh Sritex yang Kena PHK
"Beliau resah melihat ketimpangan ini. Negeri ini seperti hanya dimiliki oleh segelintir orang dan tidak berpihak pada rakyat secara keseluruhan. Fenomena yang terjadi semakin memprihatinkan, padahal seharusnya negara dikelola dengan baik demi kesejahteraan rakyat," urainya.
Sebagai seorang sarjana hukum lulusan Universitas Diponegoro Semarang, KGPAA Hamangkunegoro memiliki pemahaman yang kuat tentang sistem hukum di Indonesia.
Menurut Dany, Gusti Purboyo menekankan bahwa penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku korupsi dan kebijakan yang merugikan rakyat menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
"Negara ini dibangun dengan cita-cita besar untuk kesejahteraan rakyat. Namun, kenyataannya masih banyak oknum yang dibiarkan merajalela,” tegasnya.
“Kebohongan demi kebohongan membuat rakyat muak. Inilah yang beliau sikapi dengan kritik sosial," lanjut Dany.
Kritik terbuka dari Putra Mahkota Keraton Solo ini mencerminkan suara keresahan masyarakat yang berharap agar pemerintah lebih berpihak kepada rakyat dan menindak tegas berbagai kasus korupsi serta ketimpangan sosial yang terjadi. (ves/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono