RADARSOLO.COM – Tradisi bagi-bagi bubur samin kembali tersaji di Masjid Darussalam Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, selama bulan suci Ramadan. Tiap hari dibagikan 1.300 porsi, dimulai sejak Sabtu (1/3/2025).
Rinciannya, 1.100 porsi untuk masyarakat umum, dan sisanya untuk menu takjil di masjid.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, warga memadati area masjid sejak pukul 15.00. Sembari membawa wadah makan, mereka rela antre untuk mendapatkan seporsi bubur samin.
“Tradisi ini sudah ada sejak 1980-an. Kami bagikan bubur samin gratis kepada warga,” kata Ketua Takmir Masjid Darussalam M. Rosyidi.
Cita rasa bubur samin yang unik selalu menyedot perhatian masyarakat. Bubur ini terbuat dari campuran beras, daging sapi, susu, rempah, santan, plus minyak samin.
Bubur ini dibuat oleh para pengurus masjid sejak duhur. Total 50 kg beras diolah menjadi bubur samin tiap harinya.
Pembagian bubur samin juga dihadiri Wali Kota Solo Respati Ardi. Dia mengapresiasi para pengurus masjid yang senantiasa menjaga tradisi tersebut.
“Ini bisa jadi destinasi wisata. Selama ini pemkot ikut mendistribusikan 1,5 ton beras sebagai bahan baku,” ucap Respati.
Setelah membagikan bubur samin, Respati mengisi ngabuburit dengan cara unik.
Mengenakan setelan kaus warna putih dan celana panjang hitam, dia mengayuh becak dari Pasar Kleco hingga balai kota. Jarak tempuhnya sekira 8 kilometer (km). (atn/fer/dam)
Editor : Damianus Bram