Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ini Isi Klarifikasi Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta KGPAA Hamangkunegoro Soal Unggahan Viral: Percuma Republik Kalau Cuma Untuk Membohongi

Silvester Kurniawan • Selasa, 4 Maret 2025 | 02:25 WIB

 

KRITIK: KPA.H Dany Nur Adiningrat selaku Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tunjukkan surat klarifikasi KGPAA Hamangkunegoro.
KRITIK: KPA.H Dany Nur Adiningrat selaku Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tunjukkan surat klarifikasi KGPAA Hamangkunegoro.
 

 

RADARSOLO.COM - Pasca postingan pribadinya di Instagram yang viral, Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta KGPAA Hamangkunegoro atau akrab disapa Gusti Purboyo akhirnya memberikan statement resmi, Senin (3/3/2029).

Melalui perwakilan keraton, putra mahkota memberikan lima poin utama atas unggahan yang menyedot perhatian masyarakat.

Pertama atas kasus Pertamina yang memberikan kekecewaan pada masyarakat.

Kedua ekspresi kekecewaan yang memuat pernyataan satir terkait menyesal bergabung dengan republik sebagai bentuk kekecewaan atas penyelenggara negara saat ini.

Ketiga tata pengelolaan pemerintahan jauh dari harapan leluhur yang berkaitan dalam konteks sejarah. 

Keempat adalah kekecewaan mendalam atas tata kelola pemerintahan yang kurang rasa tanggung jawab dan tidak mengindahkan kepentingan rakyat.

Serta yang kelima sebagai bentuk ajakan pada generasi muda untuk berani menyampaikan kritik pada pemerintah.

"Dengan ini saya menyampaikan klarifikasi guna memberikan kejelasan mengenai maksud dan tujuan unggahan tersebut. Ini tidak bisa dilepaskan dari rangkaian unggahan sebelumnya yang berkaitan dengan perkembangan situasi terkini. Semoga ini tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat," terang KPA.H Dany Nur Adiningrat selaku Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Dalam kesempatan itu, Dany menegaskan klarifikasi tertulis yang disampaikan oleh sang putra mahkota ini dilengkapi dengan tanda tangan dan KOP Surat Keraton Surakarta Hadiningrat.

Dia menegaskan ini bukanlah sebuah permintaan maaf dari keraton atas sikap yang disampaikan KGPAA Hamangkunegoro. Pernyataan resmi itu disusulkan sebagai bentuk penegasan atas sikap kritis dari penerus Trah Mataram Islam itu.

"Ini bukan permintaan maaf karena ini bukan sebuah kesalahan. Ini justru peran aktif dari anak muda terhadap kondisi dan keadaan sosial, politik, dan ekonomi yang mengarah ke masyarakat. Mulai dari sulitnya cari gas melon, merasa tertipu karena pertamax oplosan, dan sebagainya. Putra Mahkota menegaskan rakyat yang berdaulat dan semua punya hak untuk mengkritisi pemerintahan. Ini agar kehidupan berbangsa dan bernegara bisa lebih baik," tegasnya.

Kritik putra mahkota Keraton Solo ini juga dilakukan dengan tanpa beban.

"Ini ajakan beliau bahwa mengkritik bisa dengan bijaksana dan dengan cara yang baik. Pemerintah pun harus menanggapi kritik dengan arif. Secara pribadi beliau (putra mahkota) dekat dengan RI 2 (Gibran Rakabuming Raka), jadi walau dekat belum tentu tidak berani mengkritik," tegas Dany.

Seperti diberitakan sebelumnya, belum lama ini KGPAA Hamangkunegoro atau akrab disapa Gusti Purboyo menuliskan cuitan: "Percuma Republik Kalau Cuma Untuk Membohongi," di akun Instagramnya (@kgpaa.hamangkunegoro). Sontak cuitan tersebut jadi perbincangan publik. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#viral #Keraton #kasunanan surakarta #instagram