RADARSOLO.COM - Generasi 80-an pasti tak asing dengan Mel Shandy. Musisi lady rock yang masih eksis dengan karya-karya legendarisnya. Kendati usia tak lagi muda, Mel Shandy tetap tampil garang. Apa rahasianya?
Penampilan musisi Mel Shandy sukses menghibur penggemar di salah satu kafe Kota Solo, belum lama ini. Gayanya yang energik dan vokalnya yang masih garang berhasil memikat hati penonton. Mengajak mereka bernostalgia dengan lagu-lagu rock legendaris.
Meski usia tak lagi muda, Mel Shandy mampu menunjukkan jati dirinya sebagai lady rocker jempolan Indonesia. "Halo selamat malam Solo," sapanya yang disambut tepuk tangan meriah penonton.
Nama Mel Shandy pertama kali menjulang di blantika musik Indonesia pada 1989 saat merilis album perdana, Bianglala. Kepada wartawan, penyanyi asal Bandung ini bercerita tentang rahasia dirinya bisa terus tampil energik di panggung. Salah satunya karena support dari penggemar serta keluarganya.
"Sebetulnya saya sudah tidak muda lagi, tapi saya tidak merasa tua," kelakarnya sembari tertawa ringan.
Perjalanan karirnya pun tak lepas dengan liku-liku, termasuk di saat masa-masa sulit saat ia kehilangan suaminya.
"Dulu, saya sempat bingung dan ingin berhenti, apalagi setelah kehilangan suami yang lama. Tapi Allah memberi saya pasangan baru yang satu frekuensi dengan saya, dan akhirnya saya bisa kembali berkarya," ujarnya.
Sang suami, Danny Sabian Hamda, yang kini menjadi pendampingnya terus membersamai Mel Shandy dari panggung ke panggung. Tidak hanya memberikan dukungan emosional, Danny juga turut andil dalam proses penciptaan lagu sang lady rocker.
"Saya tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya, tetapi kami saling mengenal melalui pekerjaan. Setelah beberapa bulan taaruf, kami menikah. Karena saat saya pertama kali bertemu dengannya di bandara, semuanya langsung terasa klik," cerita Mel Shandy mengenang awal pertemuan dengan suaminya.
Semua lagu-lagu baru yang dirilis Mel Shandy pun adalah hasil ciptaan suaminya, seperti "Janji Hati" dan "Nyanyian Laut." Lagu-lagu ini menceritakan kisah cinta dan perjalanan hidup mereka berdua yang penuh makna.
"Saya merasa hidup ini mengalir saja, mungkin karena dukungan suami saya yang sekarang, saya jadi semangat lagi untuk terus berkarya," ungkapnya.
Meski telah menjadi legenda lady rocker, Mel Shandy tak segan untuk mendukung generasi muda yang ingin menapaki jejaknya. Ia mengaku bangga melihat banyaknya penyanyi muda yang kini mulai mengapresiasi musik-musik lawas era 80-an dan 90-an.
"Saya senang melihat banyak anak muda yang menyanyikan lagu-lagu saya. Ada kebanggaan tersendiri saat lagu-lagu lama saya masih didengar dan dinikmati oleh generasi baru," tuturnya dengan semringah.
Ke depan, Mel Shandy berencana untuk terus berkarya dan merilis lebih banyak lagu. Selain itu, ia juga berharap agar lady rocker baru dapat bangkit di era saat ini.
Dengan semangat yang tak pernah pudar, Mel Shandy berharap tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang. Musiknya tak hanya mewakili masa lalu. Namun juga memberi energi baru bagi generasi muda untuk terus mencintai dan mengembangkan musik rock Indonesia.
"Jangan pernah menyerah untuk berkarya. Lady rocker harus terus ada dan bangkit lagi di tanah air, saya ingin sekali melihat lebih banyak lady rocker yang kembali berkarya dan menghidupkan musik rock di Indonesia," tukasnya dengan penuh harapan. (ul/bun)
Editor : Kabun Triyatno