Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sarpras Lengkap, Pembukaan RS Kardiologi di Solo Masih Jadi Misteri, Apa Problemnya?

Silvester Kurniawan • Jumat, 7 Maret 2025 | 02:54 WIB

 

CEK: Wali Kota Solo Respati Ardi menemani Duta Besar UEA Abdulla Salem Al Dhaheri yang meninjau fasilitas RS Kardiologi, Kamis (6/3/2025)
CEK: Wali Kota Solo Respati Ardi menemani Duta Besar UEA Abdulla Salem Al Dhaheri yang meninjau fasilitas RS Kardiologi, Kamis (6/3/2025)

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo masih belum bisa memberikan kepastian perihal pembukaan dan operasional RS Kardiologi, meski sejumlah perlengkapan medis telah terpasang di lokasi.

Bahkan pasca rumah sakit itu kembali ditinjau oleh Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA), Abdulla Salem Al Dhaheri untuk yang kedua kalinya pada 2025 ini, ternyata informasi soal soft opening-nya pun masih misteri.

Kunjungan dubes UEA bersama jajaran Pemkot Solo di RS Kardiologi digelar kemarin (6/3) siang. Agenda ini berlangsung tertutup tanpa boleh diliput secara langsung oleh awak media.

Awak media hanya bisa menunggu di bagian lobby, sementara rombongan melakukan peninjauan pada bagian rumah sakit yang berada di kawasan Jebres tersebut.

Hingga akhirnya Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono memberikan informasi usai tinjauan selama 1,5-2 jam itu.

“Ini cuma dari Pak Dubes (UEA) mengunjungi pasca kemarin konstruksi (kunjungan awal Januari 2025 lalu, Red), kemudian saat ini kan sudah mulai pengisian peralatan medisnya. Beliau hanya ingin mengecek,” terang sekda usai kunjungan.

Pemkot menegaskan, sejumlah peralatan medis sudah masuk di area rumah sakit yang dibangun seluruhnya oleh Pemerintah UEA itu.

Pelatihan dan uji fungsi alat sudah beberapa kali dilakukan oleh RSUP Dr Sardjito di lokasi ini. Namun demikian, pihaknya memastikan bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan soal soft opening.

“Dari operator (RSUP Dr Sardjito) sudah beberapa kali melakukan pelatihan dan uji fungsi alat, cuma kami belum tahu mengapa soft launching-nya ditunda. Itu kan kebijakan dari kemenkes,” beber Sekda Kota Solo.

Sebelumnya, Pemkot Solo juga membuka pendaftaran tenaga kesehatan (dokter dan perawat) untuk ditempatkan di RS Kardiologi.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk persiapan sebelum masa transisi pengelolaan dilakukan dari RSUP Dr Sardjito selaku operator yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Kesehatan ke Pemkot Surakarta selaku pemilik aset.

“Belum lama ini rekrutmen tenaga kesehatan sudah dilakukan. Ada tujuh yang lolos untuk bisa ditempatkan, kemudian ada 10 perawat yang dapat pelatihan tambahan sebelum mulai ditempatkan di RS Kardiologi,” papar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Solo Dwi Ariyatno belum lama ini. (ves/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#UEA #RS Kardiologi