RADARSOLO.COM- Pemkot Solo mulai melakukan penyaringan lowongan pekerjaan (loker).
Itu guna membantu warga Solo yang terdampak PHK massal PT Sritex.
Hingga saat ini, pendataan dan pemutakhiran data terus dilakukan agar proses penyaluran kerja bisa berjalan lebih efektif.
Kepala Disnaker Widyastuti Pratiwiningsih menjelaskan, ada 10 perusahaan di Solo Raya yang siap menampung eks karyawan Sritex.
Perusahaan-perusahaan ini mayoritas bergerak di bidang garmen dan industri serupa.
“Sampai saat ini ada 10 perusahaan yang menyatakan siap menerima. Mereka menawarkan klasifikasi jabatan dan kompetensi yang hampir sama dengan pekerjaan sebelumnya," ujar Widyastuti, Minggu (9/3).
"Ada PT Dan Liris di Sukoharjo, PT Liebra Permana di Wonogiri, dan lainnya. Eks pabrik Tyfountexc juga akan difungsikan sebagai pabrik sepatu, kemungkinan sebelum dipekerjakan akan ada pelatihan lebih dulu,” imbuhnya.
Disnaker Solo juga melakukan job matching, yaitu menyaring kompetensi dan pengalaman kerja para pekerja yang terdampak PHK.
Itu agar mereka ditempatkan di posisi yang sesuai dengan keahlian yang telah dimiliki.
Hingga saat ini, hasil pendataan menunjukkan bahwa total warga Solo yang terdampak PHK dari Sritex mencapai 804 orang, terdiri dari:
✔ 600 orang terdampak PHK sepanjang 2024
✔ 204 orang terdampak PHK di awal 2025
“Data ini masih bisa berkembang karena Sritex juga masih melakukan validasi untuk Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) mereka,” tambah Widyastuti.
Sebelumnya, Walikota Solo Respati Ardi berupaya agar pengangguran di Solo tidak semakin bertambah akibat PHK massal Sritex. (ves/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono