Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bekas Kantor Bakorwil Surakarta Disulap Jadi Mall Pelayanan Publik Jateng, Aglomerasi Soloraya Makin Dekat

Antonius Christian • Senin, 10 Maret 2025 | 18:14 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat meninjau eks kantor Bakorwil Surakarta di kawasan Gladak, Senin (10/3/2025).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat meninjau eks kantor Bakorwil Surakarta di kawasan Gladak, Senin (10/3/2025).

RADARSOLO.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan mengubah bekas kantor Bakorwil Surakarta menjadi Mall Pelayanan Publik (MPP) tingkat provinsi.

Langkah ini diharapkan menjadi titik awal aglomerasi wilayah Soloraya, sehingga masyarakat tak perlu lagi jauh-jauh ke Semarang untuk mengurus berbagai layanan administratif.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, usai meninjau langsung gedung eks-Bakorwil di kawasan Gladag, Solo, Senin (10/3/2025) pagi.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan bahwa eks-kantor Bakorwil di Jawa Tengah akan disulap menjadi pusat pelayanan publik di daerah.

Tiga eks-Bakorwil yang akan dijadikan MPP, yakni Solo (Surakarta) sebagai yang pertama, kemudian Semarang dan Pati.

"Ini akan menjadi perpanjangan tangan Pemprov Jawa Tengah. Semua pelayanan akan ada. Mana saja yang strategis, tanpa menambah inovasi dan pesonil. Jadi birokrasi yang bagus adalah birokrasi yang bisa melayan Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Semarang untuk mengurus layanan provinsi. Semua akan tersedia di MPP ini," ujar Luthfi.

Menurutnya, birokrasi yang baik adalah birokrasi yang melayani tanpa menambah beban administratif baru.

Oleh karena itu, MPP ini akan mengintegrasikan berbagai layanan publik dengan sistem yang lebih efisien.

Dukungan Wali Kota Solo: Investor Bisa Urus Perizinan di MPP

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Solo Respati Ardi, turut mendukung penuh kehadiran MPP ini.

Ia menilai keberadaan MPP Provinsi akan mempercepat aglomerasi Soloraya dan mempermudah investasi di wilayah tersebut.

Saat ini, sudah ada dua layanan provinsi yang berjalan di lokasi tersebut, yakni Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Wilayah 7 dan Dewan Pengawas Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Jateng

Respati juga mengusulkan tambahan layanan baru, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

"Tadi saya beri masukan ke Pak Gubernur, untuk tambahan pelayanan peta investasi solo raya, jadi DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu). Jadi ketika ada investor yang mau masuk di Soloraya bisa diurus di sini, nanti saya support untuk transportasi, tenaega kerja dan lain-lain," kata Respati.

"Dengan adanya MPP ini, aglomerasi Soloraya akan lebih cepat. Kami juga telah berkomunikasi dengan kabupaten/kota lain untuk mempermudah koordinasi lintas wilayah," imbuhnya.

Menanggapi pertanyaan terkait MPP Kota Solo yang sudah ada di Jalan Jenderal Sudirman, Respati Ardi menegaskan bahwa MPP Provinsi tidak akan menggantikan layanan yang dikelola Pemkot Solo.

"MPP ini milik Pemprov, sementara yang di Jenderal Sudirman milik Pemkot. Jadi tidak akan tumpang tindih," ujarnya.

Lebih lanjut, Respati memastikan bahwa gedung eks-Bakorwil tidak akan direnovasi besar-besaran, melainkan hanya dimaksimalkan sesuai kebutuhan layanan.

"Bangunan yang sudah ada akan dimanfaatkan. Tidak ada rombakan besar. Untuk target operasionalnya, nanti Pak Gubernur yang akan menentukan," tutupnya. (atn)

Editor : Damianus Bram
#gubernur jateng #mall pelayanan publik #Ahmad Luthfi #bakorwil #pemerintah provinsi #mpp #pemprov jawa tengah