RADARSOLO.COM-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo menyiapkan uang layak edar sebesar Rp 4,69 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran 2025.
Masyarakat dapat menukar uang baru hingga Rp4,3 juta per orang dengan menggunakan satu kupon.
Kepala BI Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat menjelaskan, jumlah tersebut disediakan untuk seluruh wilayah Solo Raya dan penukaran akan dilakukan di 41 titik lokasi yang telah ditentukan.
Baca Juga: Dua Tahun Tak Ditanami Padi Akibat Serangan Tikus, Petani di Juwiring Klaten Akhirnya Panen Raya
"Kami siapkan Rp 4,69 triliun untuk Solo Raya. Biasanya, masyarakat mulai ramai menukar uang baru saat menjelang Lebaran," ujar Dwiyanto usai menyerahkan bantuan videotron di Wonogiri, Selasa (11/3/2025).
Tahun ini, jumlah titik penukaran memang lebih sedikit dibanding tahun lalu.
Namun, BI meningkatkan kuota per orang agar masyarakat bisa menukarkan lebih banyak uang baru.
"Sekarang satu orang dengan satu kupon bisa menukar hingga Rp4,3 juta. Setiap titik bank juga memiliki 100 kupon, lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 30 kupon," jelasnya.
Penambahan kuota ini bertujuan agar lebih banyak masyarakat dapat menikmati uang baru serta memperbarui uang yang beredar di masyarakat.
"Kami titip pesan kepada masyarakat agar merawat uang baru dengan baik. Karena uang yang dicetak BI diharapkan bisa beredar dalam jangka waktu yang lama, bukan hanya satu atau dua tahun saja," imbuhnya.
Masyarakat yang ingin menukarkan uang baru dapat mengakses informasi lokasi penukaran melalui situs resmi BI Pintar di https://pintar.bi.go.id.
Penukaran uang baru ini menjadi tradisi tahunan yang selalu diminati masyarakat, terutama menjelang Lebaran, untuk keperluan berbagi THR (Tunjangan Hari Raya) kepada sanak saudara.
Baca Juga: Lebaran Makin Dekat, Kurator Didesak Talangi THR Eks Karyawan Sritex: Segini Nilai Totalnya
Selain menyediakan uang layak edar, BI Solo juga memberikan bantuan videotron yang dipasang di Pasar Kota Wonogiri.
Dwiyanto menjelaskan bahwa videotron ini akan membantu masyarakat memperoleh informasi harga barang kebutuhan pokok di pasar sebelum berbelanja.
"Dengan adanya videotron ini, masyarakat bisa mengetahui harga barang sebelum masuk ke pasar, sehingga lebih mudah dalam mengatur pengeluaran," tutupnya. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono