RADARSOLO.COM-Ribuan warga memadati Stadion Manahan, Solo, Jumat (14/3) sore, dalam buka puasa akbar yang diinisiasi oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi bersama Yayasan Al Madinah Solo.
Meski hujan mengguyur, semangat peserta tetap tinggi, menciptakan pemandangan luar biasa di sepanjang area stadion.
Acara ini mencetak sejarah dengan memecahkan Rekor MURI sebagai aksi buka puasa bersama terpanjang di Indonesia, dengan panjang meja mencapai 2,8 kilometer.
Rekor ini melampaui pencapaian sebelumnya di Makassar pada 2024, yang hanya mencapai 2,14 kilometer.
Sejak pukul 14.30, ribuan peserta mulai berdatangan dari berbagai daerah. Mereka rela menunggu hingga waktu berbuka tiba, meski harus bertahan dalam hujan deras.
Eko Pujianto, peserta asal Sragen, mengaku sudah bersiap sejak siang bersama anak-anaknya.
"Sampai Manahan sekitar pukul 14.30. Saya datang sama anak-anak, walau hujan tetap semangat," ujarnya.
Sementara itu, Nuraini, warga asli Solo yang datang bersama teman-temannya, mengungkapkan kegembiraannya bisa berbuka dengan ribuan orang.
"Senang bisa buka puasa di sini ramai-ramai," katanya dengan antusias.
Saat azan Maghrib berkumandang, peserta serempak membatalkan puasa mereka.
Suasana yang semula riuh berubah menjadi khidmat, dengan pemandangan ribuan orang menikmati hidangan berbuka di bawah langit mendung.
Ketua Panitia Rocmat Purwanto mengatakan, acara ini tidak hanya bertujuan memecahkan rekor, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan toleransi di Kota Solo.
"Pemilihan Kota Solo karena dipandang sebagai kota yang toleran, kaya akan tradisi dan budaya," ungkapnya.
Sebanyak 15 ribu peserta diundang secara gratis untuk merasakan kehangatan Ramadan bersama.
Kepala MURI Jawa Tengah Ani Andriani, menjelaskan bahwa pengukuran rekor dilakukan berdasarkan panjang meja yang mengelilingi area Stadion Manahan, baik di bagian luar maupun dalam.
"Penilaiannya kami hitung dari lingkaran keliling Manahan dan dalam stadion," terangnya.
Acara ini membuktikan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang merajut kebersamaan dan mempererat ukhuwah. (ves/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono