RADARSOLO.COM – Pemilahan sampah sebelum diolah menjadi tenaga listrik di PLTSa Putri Cempo masih menyisakan sejumlah persoalan. Kondisi ini membuat produksi listrik menjadi kurang maksimal.
Untuk membantu mengatasi hal tersebut, penanganan sampah tingkat kelurahan yang tengah digodok oleh Pemkot Surakarta dapat jadi solusi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Kristiana Hariyati membenarkan bahwa opersional atau produksi listrik yang dilakukan PLTSa Putri Cempo belum 100 persen.
Dengan demikian, upaya untuk menangani sampah TPA Putri Cempo yang overload masih belum maksimal.
“Sampai saat ini belum 100 persen karena masih terkendala di waste processing. Jadi yang gasifikasi untuk listrik itu tidak masalah, justru permasalahannya di waste processing (proses pemilahan sampah lama, Red),” terang dia, Kamis (20/3).
Dijelaskan dia, waste processing merupakan proses pemilahan sampah dengan spesifikasi khusus. Salah satunya seperti kadar air dengan batasan maksimal 20 persen.
Untuk mencapai standar 20 persen kadar air itu diperlukan penanganan khusus melalui metode pengolahan sebelum bisa diolah menjadi bahan baku untuk produksi listrik.
“Di beberapa tempat bikin RDF (Refuse Drived Fuel) bahan bakar alternatif dengan kadar air sekitar 40 persen. Kita harus melakukan yang berbeda,” beber dia.
Perjanjian Pemkot Surakarta dengan PT Solo Citra Metro Plasma Power berkisar 540 ton per hari. Namun dengan adanya persoalan waste processing itu maka pengolahan sampah masih jauh dari target lantaran per harinya baru bisa mencapai 150 ton.
Oleh sebab itu penanganan sampah dari tingkat hulu (tingkat rumah tangga) harus dilakukan sehingga proses pengiriman sampah baru ke TPA Putri Cempo bisa dikurangi.
“Perlu menggalakkan bank sampah karena sekarang ini baru 10 persen di setiap kelurahan. Kami mendorong sekolahan, instansi pemerintah, dan masyarakat punya bank sampah. Minimal satu bank sampah di setiap RT sehingga bisa mengurangi kiriman sampah ke TPA,” harap Kepala DLH.
Sebelumnya, Wali Kota Surakarta Respati Ardi yang sempat meninjau TPA Putri Cempo dan bertemu jajaran PT SCMPP selaku operator PLTSa membenarkan bahwa produksi sampah di sana masih belum seperti yang diharapkan.
Pihaknya memberikan waktu menimbang adanya sejumlah persoalan teknis yang perlu dilakukan untuk bisa mencapai tahap maksimalnya.
“Kemarin kita tanyakan progress bagaimana cara mengoptimalisasinya (produksi listriknya, Red). Kita juga sudah bertemu dengan masyarakat untuk menangani hulunya karena permasalahan overload (TPA Putri Cempo, Red) yang akan jadi konsentrasi saya,” tegas Wali Kota belum lama ini. (ves)
Editor : Damianus Bram