RADARSOLO.COM-Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendorong keluarga prasejahtera di Kota Solo bisa tergraduasi.
Alias lulus dari status penerima bantuan sosial (bansos) dan naik kelas menjadi keluarga sejahtera.
Hal itu disampaikan Gus Ipul saat kunjungan kerja di Masjid Jami Baiturrahman, Mojosongo, Solo, Minggu (23/3/2025).
Dalam agenda tersebut, Mensos berdialog langsung dengan sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari berbagai program bansos pemerintah pusat.
"Dengan bertemu mereka, kita bisa tahu langsung profilnya dan memotivasi agar mereka bisa naik kelas. Tadi juga banyak yang usia produktif, akan kita dorong untuk ikut program pemberdayaan seperti pelatihan usaha atau kita carikan kerja," beber Gus Ipul.
Mensos menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah untuk mendorong percepatan graduasi penerima manfaat.
Dengan pendekatan ini, KPM tidak selamanya bergantung pada bantuan, tetapi bisa mandiri secara ekonomi.
"Intinya, kita semua harus mendorong agar mereka semangat naik kelas dan keluar dari status prasejahtera," tegasnya.
Berdasarkan data Kementerian Sosial, saat ini jumlah penerima bantuan sosial di Kota Solo mencakup:
34.497 keluarga penerima bantuan sembako (Rp200 ribu per bulan)
19.763 penerima manfaat PKH (total bantuan Rp54 miliar per tahun)
Baca Juga: Info Liga 4: Persebi Boyolali Lepas Enam Pemain, Salah Satunya Eks Persis Solo
793 anak yatim piatu penerima bansos (Rp2 miliar per tahun)
56 lansia dan orang terlantar (Rp660 juta per tahun)
178.654 jiwa peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan (total bantuan Rp90 miliar/tahun)
Walikota Solo Respati Ardi menegaskan, Pemkot Solo siap menindaklanjuti arahan dari Menteri Sosial.
Salah satunya dengan memetakan kembali data penerima yang sudah memasuki usia produktif.
"Segera kita rapatkan dengan para pendamping. Keluarga yang anaknya masih sekolah, kita bantu pendidikan. Yang sudah usia produktif, kita carikan kerja atau pelatihan," papar Wali Kota.
Pemkot Solo juga tengah mengintensifkan program pemberdayaan ekonomi untuk mempercepat proses kemandirian para KPM. (ves/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono