Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Koridor Gatot Subroto: Malioboro Versi Kota Solo, Wadah Seniman dan UMKM Lokal

Silvester Kurniawan • Senin, 31 Maret 2025 | 16:30 WIB
BERDENDANG: Salah satu performer di ajang Solo is Solo yang digelar di Koridor Gatsu, belum lama ini.
BERDENDANG: Salah satu performer di ajang Solo is Solo yang digelar di Koridor Gatsu, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Tak jauh dari gemerlap Night Market Ngarsopuro, Koridor Gatot Subroto (Gatsu) kini menjelma sebagai salah satu pusat hiburan malam dan destinasi urban paling diminati di Kota Solo.

Layaknya “Malioboro-nya Solo”, kawasan Gatsu menghadirkan suasana semarak setiap malam, terutama saat akhir pekan.

Dari panggung musik, lapak UMKM, hingga pertunjukan seni jalanan, kawasan ini menjadi panggung besar bagi seniman dan pelaku usaha lokal untuk unjuk gigi.

Event Solo Is Solo yang digelar rutin di Koridor Gatsu berhasil menghidupkan denyut ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM dan kreator lokal.

Beragam produk kerajinan, kuliner, hingga jasa kecantikan seperti nail art disuguhkan dalam suasana yang ramah dan penuh semangat.

Namun yang paling mencuri perhatian tentu saja panggung hiburan yang menghadirkan pertunjukan musik jalanan dan street performing arts dari berbagai talenta lokal Solo.

“Lokasi ini bisa dibilang jantung Kota Solo. Ruang publik yang luas dan strategis, cocok banget buat pentas musik. Biasanya kami tampil Jumat dan Sabtu, tapi saat momen spesial seperti Lebaran, durasi pentas akan diperpanjang,” ujar Wicaksono, pengelola talenta yang tampil di kawasan Gatsu.

Panggung Bagi Musisi Independen dan Nostalgia Lagu Lawas

Baca Juga: Jokowi Kejutkan Pengunjung Gatsu-Ngarsopuro di Malam Minggu, Sempat Beli Kaos dan Nyawer Pengamen Disabilitas

Saat tim Jawa Pos Radar Solo meninjau lokasi, ada dua band yang tampil. Penampilan pertama diisi oleh band indie lokal yang baru saja merilis karya album orisinal mereka.

“Kami tampil sambil mengenalkan lagu dari album Radio Junkies. Senang sekali dapat ruang tampil seperti ini. Apalagi kami juga dibantu promosi oleh penyelenggara,” kata Leonardo Rio, vokalis band indie Radio Junkies.

Koridor Gatsu juga menjadi ruang bagi musisi nostalgia. Seperti Soif Band, yang tampil membawakan lagu-lagu lawas dari Naif dan The Beatles, menyulut semangat penonton yang ingin bernostalgia.

“Ini kesempatan pertama kami untuk comeback, sebetulnya band ini terbentuk lama dan melalui kesempatan ini akhirnya bisa reuni. Ya harapannya tempat-tempat seperti ini bisa terus dipelihara biar juga teman-teman musisi dan music enthusiast bisa punya wadah untuk terus berkreativitas,” ucap Agus Sudanarko dan Yohanes vokalis Soif Reborn Band yang beraliran musik jadul asal Solo itu

Lebih dari Sekadar Wisata Malam

Tak hanya sebagai tempat hiburan, Koridor Gatot Subroto juga menjadi ruang ekspresi kreatif dan ekonomi lokal.

Kehadiran UMKM, seniman, dan pengunjung yang datang silih berganti setiap pekan menjadikan Gatsu sebagai magnet baru di pusat Kota Solo.

Apalagi saat momen spesial seperti Ramadan dan Libur Lebaran, waktu operasional event diperpanjang dan semakin ramai dipadati warga maupun wisatawan.

Jika Anda sedang berlibur ke Solo, jangan lewatkan kesempatan menikmati malam yang semarak di Koridor Gatsu.

Nikmati alunan musik, belanja kerajinan lokal, atau sekadar bersantai sembari menikmati suasana Kota Bengawan dari sisi yang berbeda. (ves/nik/dam)

Editor : Damianus Bram
#Koridor Gatsu #musik #gatot subroto #hiburan malam #night market ngarsopuro