Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Solo is Solo Street Art Perfomance di Koridor Gatsu, Ekspresi Seniman Hidupkan Kota lewat Beragam Genre

Maulida Afifa Tri Fahyani • Jumat, 4 April 2025 | 23:29 WIB
Salah satu performer yang menunjukkan aksinya event Solo is Solo Street Art Performance di Koridor Gatsu.
Salah satu performer yang menunjukkan aksinya event Solo is Solo Street Art Performance di Koridor Gatsu.

RADARSOLO.COM - Ingin merasakan secuil aura kental seni jalanan di Kota Solo? Maka wajib untuk mengunjungi Koridor Gatot Subroto (Gatsu).

Lebih afdol lagi saat event mingguan Solo is Solo Street Art Performance digelar.

Tak hanya menghadirkan stand UMKM lokal, acara Solo is Solo Street Art Performance juga menjadi wadah kreativitas seniman lewat panggung pertunjukan.

"Kami menyebutnya Street Art Performance. Konsepnya memang penampilan di ruang publik yang sederhana dan praktis, dengan merespons ruang di kawasan Koridor Gatsu itu sendiri," kata Koordinator program Solo is Solo Irul Hidayat.

Baca Juga: Puluhan Ribu Kendaraan Lewati Boyolali Selama Arus Balik Lebaran 2025

Setiap Jumat dan Sabtu malam, pengunjung dapat menikmati beragam pertunjukan, mulai dari musik, tari, hingga teater.

Street Art Performance di Solo is Solo ini tidak hanya bertujuan sebagai ajang hiburan.

Melainkan juga menjadi ruang ekspresi para seniman dalam menghidupkan suasana kota.

"Kami ingin melahirkan banyak musisi-musisi atau band indie Solo yang bisa berkembang ke depannya. Solo is Solo bukan hanya pelengkap, tapi ruang penciptaan yang bisa menggerakkan kreativitas mereka,” ujar Irul.

Program ini sengaja dirancang untuk memberikan kesempatan musisi lokal atau kelompok seni lainnya tampil lebih luwes, serta bebas berinteraksi dengan penontonnya.

"Untuk gelarannya sendiri kami menyiapkan tiga panggung seperti di Plaza Bedoyo, Amarillo Steak, dan area sekitar Pasar Sarpon. Masing-masing lokasi memiliki karakter yang berbeda, menyesuaikan dengan jenis pertunjukan yang disajikan," jelas Irul.

Di satu stage, pengunjung bisa menikmati pertunjukan musik rock.

Sementara di stage lain pertunjukan bisa berupa pop, jazz, dangdut maupun lainnya

Memang keunikan dari Street Art Performance di Solo is Solo ini adalah sifatnya yang fleksibel dan dinamis.

Tidak ada jadwal tetap untuk grup atau musisi tertentu.

Ada berbagai macam genre yang disajikan bergantian tiap minggunya.

"Kami ingin suasana yang segar dan tidak membosankan. Ada berbagai genre yang berganti tiap minggunya, seperti genre musik, dari rock, metal, pop, jazz, ska, reggae hingga dangdut, semua bisa tampil di sini," tambahnya.

Tak hanya musik, Solo is Solo juga membuka kesempatan bagi seni pertunjukan lain, seperti tari maupun teater.

Di beberapa sudut ada stand lukis wajah juga yang perform dan memperlihatkan skill ciamik atas goresan seninya.

"Kami memang open kurasi, performer bisa kirim profil video di link, untuk bisa kami lihat yang sudah layak atau punya kualitas," jelas Irul.

Street Art Performance sendiri pertama kali dicetuskan Irul bersama rekan-rekan komunitasnya pada 2017.

Kala itu, hanya ada beberapa street performer yang kerap bermain di sudut Koridor Gatsu.

Sampai akhirnya saat ini ada sekira 150 grup atau seniman yang pernah ikut serta dalam program mingguan dari komunitas Solo is Solo ini.

"Awalnya untuk aktivitas mural dan street art lainnya, sampai akhirnya pemkot merenovasi dan kami gencarkan kegiatannya," terang Irul.

Ke depan, Irul berupaya menghadirkan street art performance secara lebih terstruktur melalui konsep tematik-tematik tertentu.

"Kami ingin mengembangkan mini festival tematik-tematik tertentu. Misalkan khusus folk sendiri, solois sendiri, dangdut sendiri, ke depan kami ingin terus ke arah itu," urainya.

"Karena memang sifatnya di sini partisipatif. Pengunjung pun juga antusias, bahkan biasanya ikut nyawer. Sekali tampil, penampil bisa dapat Rp 1 juta-Rp 2 juta lebih," pungkas Irul. (ul/nik)

Editor : Syahaamah Fikria
#liburan #Koridor Gatsu #seniman #solo #street art #wisata