RADARSOLO.COM – Meski diprediksi menjadi hari puncak arus balik Lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta tetap menggelar Car Free Day (CFD) pada Minggu (6/4/2025) pagi.
Keputusan ini diambil untuk memberikan ruang bagi masyarakat dan wisatawan luar kota yang ingin menikmati suasana Kota Bengawan sebelum kembali ke perantauan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Taufiq Muhammad, mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan hasil arahan langsung dari Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto.
“Kemarin pertimbangannya Mas Wali, mumpung masih libur, kita beri ruang untuk masyarakat dan wisatawan berinteraksi,” ujar Taufiq, Sabtu (5/4/2025).
Selain itu, CFD juga menjadi momen penting untuk mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang biasanya berjualan di area tersebut.
“Kita ingin mendukung UMKM agar bisa memperoleh pendapatan. Karena selama sebulan puasa kemarin, banyak yang libur jualan. Ini kesempatan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Rute dan Rekayasa Lalu Lintas Tetap Sama
Taufiq menambahkan, pelaksanaan CFD akan berlangsung di ruas Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Ir Djuanda, seperti biasa. Tidak ada perubahan rute maupun rekayasa lalu lintas.
“Untuk lokasi parkir dan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL), tetap sama. Tidak ada perubahan,” tegasnya.
Namun demikian, Dishub akan menambah personel di sejumlah simpang jalan yang menuju area CFD.
Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi masyarakat luar kota yang tidak mengetahui adanya penutupan jalan selama CFD berlangsung.
“Kami antisipasi dengan menempatkan personel di titik-titik strategis, agar pengendara tidak bingung dan tidak salah masuk,” jelas Taufiq.
Meskipun CFD digelar bertepatan dengan puncak arus balik, Dishub yakin tidak akan menimbulkan kemacetan parah.
Berdasarkan pemantauan melalui Central Control Room (CC Room), pergerakan kendaraan di Solo biasanya terjadi pada siang hari.
“Pagi hari Solo masih lengang. Ini juga jadi dasar kami tetap melaksanakan CFD seperti biasa,” imbuhnya.
Dengan tetap digelarnya CFD, Pemkot berharap masyarakat dapat menikmati ruang publik dengan nyaman sambil mendukung geliat ekonomi lokal. (atn)
Editor : Damianus Bram