Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Lebaran 2025, Jumlah Kendaraan Masuk Solo Turun, Tapi Titik Wisata Tetap Padat

Antonius Christian • Sabtu, 5 April 2025 | 23:32 WIB
Petugas memantau pergerakan lalu lintas dalam kota melalui CCROOM Kantor Dishub Surakarta, Jumat (4/4/2025).
Petugas memantau pergerakan lalu lintas dalam kota melalui CCROOM Kantor Dishub Surakarta, Jumat (4/4/2025).

RADARSOLO.COM – Arus kendaraan yang masuk ke Kota Solo selama libur Lebaran 2025 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu.

Namun demikian, sejumlah titik wisata dan pusat kuliner justru mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta, jumlah kendaraan yang keluar-masuk Kota Solo melalui tujuh titik perbatasan tercatat sebanyak 515.022 unit.

Angka ini tercatat hingga H+3 Lebaran dan menunjukkan penurunan 0,73 persen dibanding periode yang sama pada 2024.

Masa angkutan Lebaran Tahun 2025 diprediksi mengalami penurunan volume sebesar 4% dibandingkan dengan lebaran tahun lalu. Sedangkan dari jenis kendaraan yang melintas, sepeda motor ada di angka 61 persen, mobil 31 persen dan kendaraan besar 8 persen.

Kepala Dishub Kota Solo, Taufiq Muhammad, mengatakan penurunan volume kendaraan ini kemungkinan dipengaruhi oleh panjangnya masa libur Lebaran.

“Liburnya cukup panjang, jadi arus mudik dan balik lebih tersebar. Tidak ada penumpukan signifikan seperti tahun lalu,” ujarnya, Sabtu (5/4/2025).

Wisata Masih Padat, Dishub Tindak Pelanggar Parkir

Meski jumlah kendaraan secara umum menurun, namun kepadatan tetap terjadi di sejumlah titik wisata dan pusat kuliner.

Taufiq menyebut Masjid Raya Sheikh Zayed, Pasar Gede, Taman Balekambang, serta berbagai warung kuliner legendaris seperti Sate Kambing Haji Bejo dan Sate Manto sebagai lokasi dengan arus kendaraan tinggi.

“Kami bersama kepolisian menindak pelanggaran parkir, termasuk menggembok kendaraan yang parkir sembarangan. Kemarin di Pasar Gede, kita tindak tegas meski kebanyakan pelanggar berasal dari luar kota,” jelasnya.

Selain itu, Dishub juga telah melayani 8 permintaan derek selama masa mudik. Rata-rata kendaraan mengalami mogok atau terperosok ke drainase karena pengemudi mengantuk.

Strategi Rekayasa Lalu Lintas dan Penurunan Kecelakaan Fatal

Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Agung Yudiawan, mengonfirmasi bahwa volume kendaraan yang masuk Solo pada hari pertama Lebaran 2025 lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, peningkatan tetap terjadi setelahnya.

“Kami lakukan berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk 108 kali penguraian kemacetan, 63 pengalihan arus, 57 buka-tutup jalan, 5 kali one way lokal, dan 13 contraflow,” jelasnya.

Sementara itu, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 25 kejadian, dengan 27 orang luka ringan.

Ini mengalami kenaikan 9 persen secara jumlah, namun fatalitas menurun karena tidak ada korban meninggal dunia.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono menyatakan bahwa arus mudik di Solo berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Saat ini, pihak kepolisian mulai fokus pada pengamanan arus balik yang diprediksi mencapai puncaknya pada 6–7 April 2025.

“Kami mengapresiasi kebijakan perusahaan yang memberlakukan work from anywhere (WFA). Ini sangat membantu menekan kepadatan lalu lintas,” ujarnya.

Catur juga memastikan berbagai strategi arus balik sudah dirumuskan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik. (atn)

Editor : Damianus Bram
#lebaran #libur #Masjid Raya Sheikh Zayed #volume kendaraan #dishub kota solo