Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Minggu Palma 2025, Umat Katolik di Solo Diingatkan untuk Setia Mengikuti Yesus Sampai Akhir

Silvester Kurniawan • Senin, 14 April 2025 | 02:52 WIB
Jemaat Gereja Katolik Santo Antonius Padua (Paroki) Purbayan memeriahkan perayaan Ibadah Minggu Palma, Minggu (13/4/2025).
Jemaat Gereja Katolik Santo Antonius Padua (Paroki) Purbayan memeriahkan perayaan Ibadah Minggu Palma, Minggu (13/4/2025).

RADARSOLO.COM-Arak-arakan jemaat Gereja Katolik Santo Antonius Padua (Paroki) Purbayan memeriahkan perayaan Ibadah Minggu Palma, Minggu (13/4/2025).

Umat Katolik diajak untuk mengenang kembali kisah perjalanan Yesus Kristus sebelum memasuki pekan suci, yang meliputi Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah mendatang.

Prosesi peribadatan dimulai dengan arak-arakan jemaat dari SD Pangudiluhur Santo Timotius yang terletak di Jl Sugiyopranoto No. 1 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Pasar Kliwon.

Jemaat kemudian berjalan menuju gereja setempat, yang berjarak sekitar 250 meter.

Dalam perarakan tersebut, umat Katolik melambaikan daun palma sambil menyanyikan lagu Yerusalem, Lihatlah Rajamu.

Bagi umat Katolik, perayaan Minggu Palma adalah momen bersejarah yang mengenang Yesus Kristus yang memasuki Kota Yerusalem sebagai raja.

Diiringi oleh seluruh pengikut-Nya dan disambut oleh umat yang percaya kepadanya.

“Misa Minggu Palma ini merupakan peristiwa penting yang menandai awal pekan suci. Di sini, Yesus Kristus memasuki Yerusalem sebagai Raja Orang Yahudi," ujar Valentina, jemaat Gereja St. Antonius Purbayan.

Tidak lama setelah itu, imbuhnya, Yesus akan melaksanakan perjamuan terakhir (Kamis Putih), peristiwa wafat di kayu salib (Jumat Agung), dan kebangkitan-Nya pada Minggu Paskah.

"Kita diajak untuk mengenang peristiwa Yesus sebagai raja, kisah sengsara-Nya, hingga kebangkitan-Nya sebagai juru selamat umat manusia,” katanya. 

Romo Antonius Bagas, SJ, yang memimpin prosesi Ibadah Minggu Palma menyampaikan beberapa renungan terkait makna perayaan Minggu Palma.

Dalam siaran akun resmi Komsos Purbayan, Romo Antonius mengatakan, kesederhanaan Yesus menjadi pengajaran bagi seluruh umat sebelum perjalanan terakhir-Nya menuju wafat dan kebangkitan untuk menebus dosa umat manusia.

Baca Juga: Nama-nama Pesaing Kaesang di Bursa Ketua Umum PSI, Siapa yang Paling Kuat?

Tahun ini, tema Minggu Palma adalah Setia Mengikuti Yesus Sampai Akhir.

“Gerobak (menggantikan keledai) menjadi lambang kesederhanaan Yesus dan kuasa-Nya yang dipertaruhkan di Yerusalem. Yerusalem adalah tempat kegembiraan sekaligus kepedihan," terang dia.

"Di sana, Yesus akan menyerahkan hidup-Nya dengan berkata, ‘Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?’ Kita sebagai manusia juga ditantang, apakah kita akan setia mengikuti jalan salib Yesus, atau menjadi orang-orang yang lari bahkan menyalibkan-Nya,” beber Romo Antonius Bagas. (ves/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#yesus #kirab #katolik #gereja #jemaat #Minggu Palma #solo #Arak arakan