Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

RDTR Interaktif Diluncurkan, Warga Solo Kini Bisa Cek Peruntukan Lahan secara Mandiri

Fauziah Akmal • Minggu, 20 April 2025 | 16:39 WIB
Walikota-Wakil Walikota Solo Respati Ardi-Astrid Widayani me-launching program RDTR Interaktif, Minggu (20/4/). Masyarakat dapat mengecek peruntukan lahan sebelum membangun rumah atau mendirikan usaha
Walikota-Wakil Walikota Solo Respati Ardi-Astrid Widayani me-launching program RDTR Interaktif, Minggu (20/4/). Masyarakat dapat mengecek peruntukan lahan sebelum membangun rumah atau mendirikan usaha

RADARSOLO.COM-Pemkot Solo meluncurkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Interaktif di event car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Minggu (20/4/).

Inovasi ini memungkinkan masyarakat, tak terkecuali pelaku usaha kecil, untuk mengecek peruntukan lahan sebelum membangun rumah atau merintis usaha.

Walikota Solo Respati Ardi yang hadir dalam launching RDTR Interaktif menyampaikan, keberadaan RDTR Interaktif penting untuk memastikan penggunaan lahan di Kota Solo yang kecil namun dinamis bisa sesuai peruntukan dan tidak menimbulkan konflik sosial.

“Kota Solo yang sangat dinamis, kotanya kecil 46 kilometer persegi (km²). Jelas penggunaannya harus benar-benar bagus, tepat sasaran, tepat juga peruntukannya," jelas Respati.

"Jangan sampai menimbulkan dinamika sosial. Harus benar-benar sesuai dengan rencana tata ruang atau RDTR yang ada di Kota Solo” imbuhnya.

Walikota Solo menekankan, RDTR Interaktif akan mempermudah siapa saja yang hendak berinvestasi di Solo untuk menyesuaikan dengan zonasi yang berlaku.

Sistem ini dapat diakses secara gratis melalui laman oss.go.id/rdtr-interaktif.

“Dulu ngecek zona itu harus bayar, bahkan di daerah-daerah lain, saya pernah kena pungli saat masih jadi pengusaha," terangnya.

"Sekarang semua gratis dan terbuka. Mau tahu itu zona hijau, merah, atau kuning bisa langsung cek di sana,” lanjut respati.

Tidak hanya investor, warga biasa yang ingin merenovasi atau menambah lantai rumah pun dapat memanfaatkan sistem ini.

“Misalnya mau ningkat rumah, bisa langsung cek apakah zona rumahnya memungkinkan. Ini bukan cuma untuk investor besar, tapi juga warga sendiri,” terang walikota.

RDTR Interaktif juga menyajikan informasi teknis lengkap seperti Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan Koefisien Dasar Hijau (KDH), yang kerap tidak diketahui masyarakat.

Baca Juga: Persika Karanganyar Siap Jalani Liga 4 Nasional dengan Penuh Percaya Diri, Ini Misi Utamanya

“Misalnya punya lahan 100 meter persegi, kita bisa tahu berapa persen yang harus jadi ruang terbuka hijau. Semua rumus KDB dan KDH ada di sana. Sangat komplet. Ini bagian dari keterbukaan informasi,” beber walikota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo Nur Basuki menambahkan, proses penyusunan RDTR telah dimulai sejak 2022.

Konsultasi publik dilakukan pada Juli dan Desember tahun itu, dan hasilnya dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 33 Tahun 2023 tentang RDTR.

“Kemudian setelah jadi Perwali ini dokumen masih berbentuk ini teks dan gambar. Karena di sini ada OSS RBA yang berada di Kementerian Investasi. Ini kita melakukan digitalisasi untuk data-data yang ada di RDTR Ini cukup lama jadi hampir 9 bulan,” terang Basuki.

Sistem ini dapat diakses secara gratis melalui laman oss.go.id/rdtr-interaktif.
Sistem ini dapat diakses secara gratis melalui laman oss.go.id/rdtr-interaktif.

Pada September 2024, sistem ini mulai terhubung dengan OSS Kemenves.

Namun, sempat ditemukan data yang tidak terbaca, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi data yang baru rampung pada akhir Desember 2024.

“Sejak saat itu kami lakukan pemantauan dan maintenance. Alhamdulillah, hari ini bisa resmi kami launching," kata Nur.

"RDTR bukan hanya dokumen, tapi jadi panduan penting untuk pembangunan kota yang ramah lingkungan dan mendukung iklim usaha,” pungkas dia. (zia/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#nur basuki #RDTR INTERAKTIF #dpupr solo #rencana detail tata ruang #Respati Ardi #walikota solo