RADARSOLO.COM – Penyelenggaraan Pasar Malam di Alun-alun Kidul (Alkid) Solo dalam rangka memperingati Hari Kartini 2025 tetap berjalan meriah meskipun sempat mendapat komentar miring dari sejumlah netizen.
Meski begitu, kegiatan ini justru mendapatkan dukungan penuh dari para pedagang serta pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Kegiatan Pasar Malam di Alun-alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta ini resmi dibuka sejak Sabtu (19/4/2025) dan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan ke depan.
Suasana yang mengingatkan pada perayaan Sekaten ini dipenuhi berbagai stand kuliner, wahana permainan, hingga panggung hiburan rakyat.
Sebelumnya, akun Instagram @agendasolo sempat mengunggah foto persiapan Pasar Malam pada Senin (14/4/2025).
Unggahan itu mengundang sejumlah komentar negatif dari warganet yang mengkhawatirkan potensi kerusakan pada kawasan Alkid pasca revitalisasi.
“Lapangan sudah bagus dan rapi, sayang kalau rusak,” tulis akun @vanbeatrik.
“Dadi rusak kumuh meneh iki ngko,” sahut akun @dim_dimass menanggapi kemungkinan kawasan tersebut kembali kumuh.
Namun, pantauan di lapangan memperlihatkan antusiasme masyarakat terhadap Pasar Malam ini begitu tinggi.
Pengunjung tidak hanya datang dari Kota Solo, namun juga dari daerah-daerah sekitarnya.
Agung Cahyanto, warga Kratonan Solo yang datang bersama keluarganya menyambut positif kegiatan ini.
Menurutnya, Pasar Malam seperti ini sangat dibutuhkan sebagai hiburan murah meriah untuk rakyat.
“Pasar Malam itu kan hiburan rakyat, dan seperti ini bentuknya. Tidak mahal dan bisa dijangkau semua lapisan masyarakat. Anak saya senang bisa naik wahana, istri juga senang bisa jajan kuliner. Di mana lagi ada hiburan seperti ini di Solo?” ujarnya saat ditemui Minggu malam (20/4/2025).
Sementara itu, dukungan juga datang dari para pelaku usaha lokal di kawasan Alkid. Salah satu pedagang, Sri, mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini memberi dampak besar terhadap roda ekonomi masyarakat kecil, khususnya setelah masa revitalisasi yang membuat kawasan Alkid sempat sepi pengunjung.
“Kalau tidak ada event ya sepi mas. Baru dua hari saja sudah terasa pendapatannya naik. Alhamdulillah, ini momen bagus untuk pedagang seperti kami. Parkiran ramai, toilet juga laris. Semua senang,” ujar Sri, penuh semangat.
Menurutnya, event seperti Pasar Malam tak hanya menjadi sarana hiburan, namun juga sumber pemasukan bagi pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan hidupnya di sekitar Alun-alun Kidul.
Dengan kombinasi hiburan rakyat dan dukungan komunitas lokal, Pasar Malam Alkid menjadi bukti bahwa tradisi dan aktivitas ekonomi bisa berjalan beriringan tanpa mengabaikan aspek kebersihan dan estetika kawasan. (ves)
Editor : Damianus Bram